SIPA 2012

 

PROFILE

MASKOT SIPA 2012

GKR Timoer Rumbai Kusumadewayani

Dilahirkan sebagai seorang puteri Keraton Kasunanan dari Paku Buwono XIII, Hangabehi yang menyandang gelar Gusti Kanjeng Ratu, karena pranatan adat/hukum adat, sehingga yang melekat pada dirinya adalah adat istiadat. Dalam tatanan adat keraton, label Gusti adalah anak Raja. Dengan menyandang gelar tersebut beliau mempunyai tanggungjawab moral terhadap eksistensi adat, terutama di lingkungan Keraton Kasunanan.

Sebagai puteri keraton yang hidup di tengah modernitas dituntut banyak hal, disatu sisi menyandang sebagai wanita aristokrat Jawa dan disatu sisi harus menjadi figur wanita modern dengan performa bangsawan Jawa. Sehingga harus mempunyai sikap yang bijaksana untuk berinteraksi dengan masyarakat baik di lingkungan keraton maupun di luar keraton.

Dalam kesehariannya beliau menjabat sebagai Wakil Pengangeng Keputren yang mengurusi sesaji, bedhaya. Sehingga aktivitas di lingkungan keraton menjadi padat, belum termasuk agenda di luar keraton, seperti menjadi delegasi Kesenian Keraton ke berbagai negara-negara Eropa, Belanda, Jepang, Korea Selatan, dan China serta menghadiri tatacara adat yang diselenggarakan di daerah-daerah.

 

JAKARTA

Sujiwo Tejo

Sujiwo Tejo dikenal sebagai seorang dalang, yang juga seorang penulis, pelukis, pemusik, dan bahkan disebut seorang budayawan. Karya dan pentasnya mengajak kita untuk mengenang masa depan karena masa depan kita ada di belakang, ada pada akar budaya Indonesia yang dibanggakannya. Keinginannya mengangkat akar budaya Indonesia menghasilkan kepeduliannya yang tinggi agar kesenian Indonesia merujuk pada akar budaya tapi diolah dengan metabolisme kreatif sehingga tidak menjadi kuno. Dalam metabolisme itu tetap dicerna seluruh hal yang datang dari luar. Dengan pendekatan ini, Indonesia akan dikenali juga sebagai negara yang memiliki seni dan budaya yang modern.

Sujiwo Tejo lahir di Jember, 1962.

Pendidikan formal :

  • Jurusan Matematika ITB (1980-1985)
  • Jurusan Teknik Sipil ITB (1981-1988)

Tentang Wayang :

  • 1999 : Menggelar wayang acapella dengan lakon “Pembakaran Shinta” di Pekan Budaya VII Universitas Parahyangan Bandung dan Pusat Kebudayaan Perancis Jakarta
  • 1999 : Membentuk Jaringan Dalang, bersama para dalang alternatif
  • 1994 : Menyelesaikan 13 episode Ramayana di Televisi Pendidikan Indonesia
  • 1994 : Mendalang wayang kulit sejak anak-anak dan mulai mencipta sendiri lakon-lakon wayang kulit sebagai awal profesinya di dunia wayang dengan judul “Semar Mesem”
  • 2004 : Mendalang keliling Yunani
  • 2009-skrng: Kontributor tetap Kolom Mingguan, Wayang Durangpo, Jawa Pos

Didukung oleh   : Sruti Respati

 

Ully Sigar Rusadi

KELOMPOK NYANYIAN ALAM

Kelompok Nyanyian Alam pimpinan Ully Hary Rusady  adalah sebuah kelompok Musik Kreatif yang dibentuk khusus untuk membawakan lagu-lagu sosial, perjuangan, perdamaian dan lingkungan hidup, dll.

Jenis lagu adalah lagu-lagu Belanda sebagai kisah bertutur dari cerita yang sebenarnya terjadi (kisaH nyata). Lirik lagu dengan tema-tema Perdamaian Alam diharapkan dapat mengajak seluruh masyarakat dunia untuk dapat secara bersama-sama menyelamatkan bumi dari kerusakannya melalui gerakan-gerakan Penyelamatan Alam dan Lingkungan secara nyata. Jenis musik adalah musik kreatif yang mengangkat warna musik balada etnis (ritmis-ritmis dari masyarakat-masyarakat adat/pedalaman di Indonesia). Kelompok Nyanyian Alam pimpinan Ully Hary Rusady pernah berjaya mengikuti kompetesi The World Oriental Musik Festival Sarajevo (WOMF) yang diselenggarakan pada tanggal 29 September 2005 di Sarajevo – Bosnia and Herzegovina dengan membawakan lagu “Musim Tanam” berhasil memperoleh : Best Performance & Audience Favourites melalui voting penonton dan televisi dunia.

Disamping mengikuti WOMF, Kelompok Nyanyian Alam melalui Ully Sigar Rusadi Associates menggelar Green Concert di beberapa Negara, antara lain di kota Vienna (Austria), Sarajevo (Bosnia), dan Zagreb & Split (Croatia).

Kelompok Nyanyian Alam yang telah berkiprah dari tahun 1985 hingga saat ini masih aktif mengisi acara-acara ke-Negaraan dan kampanye lingkungan hidup di Indonesia serta kampanye Global Warming yang menjadi isu dunia saat ini.

 

BANTEN

Duta Seni Krakatau Steel

Profil Duta Seni Krakatau Steel

Binaan Bidang Seni Budaya BPOS Krakatau Steel

Terhitung sejak Februari 2011, Duta Seni Krakatau Steel telah memproduksi tayangan rutin (bulanan) di TV Lokal (Baraya TV) berupa “KHAZANAH BUDAYA BANTEN” (KBB), yang ditayangkan setiap dua mingguan. KBB merupakan tayangan edukasi yang dikemas secara entertaint agar kawula muda mengenal dan mencintai seni budaya daerah. Materi tayangan berupa apresiasi seni, talkshow dengan narasumber dan mengajak penonton menelusuri tempat-tempat seni/budaya sesuai tema yang diangkat.

Duta Seni Krakatau Steel merupakan wadah kreativitas remaja Kota Cilegon. Keanggotaannya diseleksi setiap tahun pada program audisi Duta Seni Krakatau Steel sejak awal berdiri 2004. Jumlah anggota (aktif) saat ini sekitar 70 remaja dan telah menghasilkan alumni sebanyak 300 anak yang tersebar melanjutkan kuliah/studi di luar wilayah Banten.

 

SOLO

Independent Expression

Profil Kelompok Independent Expression

Independent Expression adalah sebuah kelompok anak muda kreatif yang terdiri dari beberapa penari dan pemusik. Berdiri pada bulan Februari tahun 2002 yang berdomisili di Solo. Independent Expression dimaksudkan sebagai wadah kreatif yang berangkat dari kebersamaan dan keinginan untuk belajar bersama menjadi ruang bebas pada fase perkembangan untuk pematangan diri menjadi seniman. Menampilkan karya-karya anggota secara bergantian yang didukung sepenuhnya oleh semua anggota Independent Expression bersama beberapa kawan yang menangani masalah artistik dan produksi.

Adapun pertunjukan yang telah dipergelarkan kelompok Independent Expression antara lain :

  1. Penata Tari Muda I tahun 2002 di Solo

Judul karya         :“Suara I Bumi”

Koreografer       : Boby Ari Setiawan

  1. Solo Dance Festival tahun 2004 di Solo

Judul karya         : “Evolution”

Koreografer       : Boby Ari Setiawan

  1. All Etno 2004 di ISI Surakarta

Judul karya         : “Touch The Space”

Koreografer       : Boby Ari Setiawan

  1. Voyage of Independent Expression 2005 di Solo, Medan, Padang Panjang, dan Jakarta

Judul karya         :

  • “Suara I Bumi” koreografer Boby Ari Setiawan
  • “..&..” koreografer Agus Murgiyanto
  • “Yuda” koreografer Boby Ari Setiawan
  1. IPAM di Bali tahun 2005 Voyage of Independent Expression I
  2. Voyage of Independent Expression II di Teater Arena TBS tahun 2006

Judul Karya         :

  • “Hari ke 50” koreografer Agus Margiyanto
  • “Evolution” koreografer Boby Ari Setiawan
  • “Bercermin” koreografer Dedy Satya Amijaya
  • “Cyclus so Close” koreografer Boby Ari Setiawan
  • “Toink Paipz” konser musik oleh Galih NS
  1. IPAM tahun 2007 di Solo

Judul karya         : “Kubro Gaul”

Koreografer       : Boby Ari Setiawan

  1. Voyage of Independent Expression III di Teater Arena TBS tahun 2008

Koreografer       : Dedy Satya Amijaya S.Sn

Judul karya         :

  • “Garis Lurus”
  • “Bujang Ganong Gandrung”
  • “Bercermin”
  1. Voyage of Independent Expression IV di Teater Arena TBS tahun 2009

Koreografer       : Agus Margiyanto

Judul karya         : “Me-i”

  1. Zabra Cross, koreografer Boby Ari Setiawan dalam rangka Hari Kecelakaan Dunia bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Jakarta dan Dedy Luthan Dance Company tahun 2009
  2. Karya Tari Medley dalam rangka Tidak Sekedar Tari di Wisma Seni Taman Budaya Surakarta, April 2010

Mugi Dance

Profil Mugi Dance

Mugi Dance merupakan suatu kelompok tari yang selalu aktif dalam proses belajar dan penggalian akar tradisi yang diaktualisasikan dengan konteks perkembangan zaman. Karya-karya Mugi dance merupakan bentuk dari hasil pelacakan tradisi masa lampau yang dieksplorasi dalam konteks kekinian.

Sejak didirikan tahun 1992 oleh Direktur Mugi Dance, Mugiyono Kasido telah menghasilkan tiga puluhan karya tari kontemporer baik karya tunggal maupun kelompok. Karya-karyanya telah dipentaskan di beberapa kota di Indonesia maupun di negara-negara di Asia, Afrika, Eropa, Australia, dan Amerika, seperti Singapore, Jepang, Swedia, Jerman, Denmark, Yunani, Adelaide, Lincoln Center New York, Grand opening Walker Arts Center di Minesota, dan lain-lain.

Dalam melakukan latihan, kelompok ini melakukan dua sistem yaitu bentuk latihan alam dan studio (ruang). Latihan di alam merupakan latihan bagaimana memahami ruang, pengkayaan batin, dan kepekaan tubuh. Sedangkan latihan di studio dilakukan untuk pencarian teknik, suasana tari, serta memperdalam bentuk-bentuk yang sudah mengkristal.

Studio Mugi Dance ada dua, studio indoor yang ada di Palur, Karanganyar dan studio dua di wilayah Kartasura, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah. Direktur Mugi Dance juga beberapa kali mengajar workshop tari di Indonesia maupun di Mancanegara, selain berkolaborasi dengan seniman lain baik oleh dalam negeri maupun luar negeri.

 

JAKARTA

Teater Tetas

Profil Teater Tetas

Teater Tetas merupakan salah satu teater kontemporer yang didirikan pada tahun 1978, oleh sejumlah aktivis di Gelanggang Remaja Bulungan – Jakarta, dengan sutradara (Alm) Ags. Arya Dipayana. Berangkat sebagai wadah kegiatan berteater, dari ekplorasi hingga penciptaan karya. Kemudian kelompok ini berkembang sebagai media ekspresi artistik, dalam upaya menggali bentuk baru dalam pertunjukan. Pada gilirannya, Teater Tetas dianggap ikut memberi warna dalam perkembangan teater kontemporer di Indonesia.

Dikenal sebagai kelompok yang kerap menggunakan bahasa tubuh. Teater Tetas kerap berangkat menyusun pertunjukannya dengan mengadaptasi kisah-kisah dalam Mahabharata. Disamping sebagai upaya menafsir kembali nilai-nilai lokal, juga untuk mencoba menjawab berbagai persoalan di Indonesia hari ini.

Teater Tetas secara berkala memanggungkan pertunjukan di beberapa gedung seperti Gedung Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, dan pusat-pusat kesenian lainnya. Beberapa karya yang pernah dipentaskan kelompok ini diantaranya Bayi di Aliran Sungai, Wisanggeni Berkelebat, Palaganada: Dari Negeri Cinta, Seorang Anak Menangis, Palaganada : Jejak Surga, Julung Sungsang, Republik Anthurium, Raung Kuda Piatu, dan pentas kolaboratif dengan Project Phakama (London) The World at My Feet. Pertunjukan terakhir Teater Tetas adalah “Mimpi” yang bekerja sama dengan Prof. Werner Schulze (Austria) dan kemudian membawa pertunjukan tersebut untuk tour Eropa sebagai persembahan kepada Alm. Ags. Arya Dipayana.

 

JOGJAKARTA

Suvarnabhumi

“Suvarnabhumi” dalam bahasa Sanskrit berarti bumi emas atau tanah emas. Mengandung harapan agar bumi terus menjadi rumah yang nyaman bagi kita semua. Suvarnabhumi terdiri dari musisi-musisi muda yang tinggal di Yogyakarta dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Meliputi instrumen musik yang berbeda dengan keunikan masing-masing dan berkolaborasi menjadi satu.

Endi Barqah, seorang perkusionis yang sampai saat ini menjadi drummer grup Sirkus Barock bersama Sawung Jabo. Gardika Gigih, komponis muda dan pemain pianika. Iwang Prashida Lituhayu, seorang pemain Clarinet berbagai orkestra Indonesia. Welly Hendratmoko, seorang pengrawit dan komponis muda karawitan. Sprite’z Rukaya, musisi Sapeq dari Tenggarong, Kalimantan Timur.

 

UNITED KINGDOM : BRITISH COUNCIL

The Heliosphere

British Council menciptakan peluang internasional untuk Inggris dan negara-negara lain sejak 1948. Kami membangun kepercayaan di seluruhb dunia. Kami adalah badan amal Royal Charter, didirikan sebagai organisasi intenasional Inggris untuk menciptkan kesempatan pendidikan dan hubungan budaya. Kami ingin menciptakan hubungan bilateral yang lebih kuat dengan membantu kecakapan berbahasa Inggris. Secara internasional kami berfokus pada pendidikan tinggi dan menolong memperluas ekonomi kreatif dan kewirausahaan sosial berkelanjutan di kedua negara. Tim Arts kami bekerja sama dengan seniman-seniman Inggris terbaik yang berbakat untuk merencanakan dan menggelar program dan kolaborasi yang inovatif dan bermutu di seluruh dunia.

The Dream Engine

Perusahaan tari ini didirikan pada bulan Januari 1995 untuk menampilkan seni pertunjukan instalasi dan pertunjukan seni di udara yang spektakuler. Pertunjukan ini dapat disaksikan dalam berbagai format mulai dari hiburan yang diadakan dalam arena terbesar di dunia, festival-festival kota, konser musik rock, pesta dan acara perusahaan yang spektakuler di beberapa lokasi yang tidak biasa. The Dream Engine sudah pernah tampil di hampir 50 negara dan mengerjakan projek sedikitnya 80 projek per tahun.

The Heliosphere

The Heliosphere adalah suatu pertunjukan tari yang menggabungkan musik, pencahayaan, dan ruang untuk menciptakan ilusi terbang. Seorang penari akrobatik udara akan menari berputar, melingkar tampak seperti tanpa beban, tergantung di bawah sebuah balon Helium sehingga bisa mengeksplorasi ruang antara penonton, penari, dan tempat.

www.thedreamengine.co.uk

 

JEPANG

Eisa Dance

Tarian rakyat Eisa dipertunjukan sebagai tarian nyanyian puji-pujian Budha (Nenbutsu) selama Obong, festival penganut agama Budha untuk mengenal dan menghargai semangat leluhur. Obon berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 13 hingga 15 Juli berdasarkan kalender China dan Eisa ditarikan lebih banyak di bagian utara Okinawa. Kegagahan dan kemegahan tarian Eisa menarik banyak orang hingga sampai saat ini bahkan tarian ini diselenggarakan lebih sering pada banyak kesempatan.

Beragam jenis drum yang digunakan terhadap daerah di Okinawa, seperti Paranku (drum yang berukuran kecil), atau Shime-daiko (drum berukuran sedang yang bernada tinggi).

Grup Eisa Pemuda Desa Onna dibentuk pada Bulan November tahun 2004 yang bertujuan untuk membentuk kesatuan Grup Eisa di Desa Onna. Kesatuan Grup Eisa di Desa Onna terdiri dari lima anggota pemuda dari wilayah Shioya, Yamada, Tancha, Seragaki, dan Kinsenbaru. Grup Eisa berkeliling di seluruh Okinawa dan pulau utama Jepang yang kebanyakan menggunakan Shime-daiko (drum berukuran sedang yang bernada tinggi) untuk pertunjukan mereka. Salah satu kegiatan utamanya adalah memperlihatkan pertunjukan Eisa ke pelajar sekolah yang berwisata dari pulau utama Jepang , di hotel.

Pertunjukan Eisa di luar Okinawa              :

  • Feb 2005 : Pertunjukan Eisa pada event “Sliding Contest with Costumers” di Daisen Ski Resort, Tottori Prefecture, Jepang.
  • Sep 2005 : Pertunjukan Amal untuk korban gempa bumi di Mid-Niigata Prefecture di pusat sukarelawan Nagaoka/Yamakoshi dan Ojiya Civic Hall di Niigata Prefecture, Jepang.
  • Oct 2005 : Pertunjukan Eisa pada “Fisherman’s Festival” di Hamanaka Town, Hokkaido, Jepang.
  • Nov 2005 : Pertunjukan Eisa untuk upacara peringatan ke-50 tahun di Oomiya-Kita high school, Saitama Prefecture, Jepang.
  • Jun 2009, Jun 2010, Jun 2011 : Pertunjukan Eisa pada “Welcome to Okinawa Festival”, Ikebukuro Sunshine City, Tokyo, Jepang.

Sejarah di Okinawa

Penampilan Eisa berkisar hingga 50 kali pementasan setiap tahunnya di kesempatan yang beragam, termasuk pertunjukan di hotel Desa Onna untuk wisatawan pelajar, acara lokal di desa, pesta pernikahan, serta pesta-pesta lainnya.

Hohgakubu

Hohgakubu (Grup musik Jepang)

Hohgakubu adalah grup musik Jepang yang didirikan oleh mahasiswa Universitas Tohoku. Mahasiswa Universitas Tohoku memainkan alat musik Jepang, yaitu Koto, Shamisen, dan Syakuhachi. Hohgakubu terdiri dari 40 anggota. Kebanyakan dari mereka mulai memainkan alat musik Jepang ketika mereka masuk di Universitas Tohoku. Mereka belajar memainkan alat musik tersebut dari kakak tingkat karena mereka tidak memiliki pelatih. Mereka menikmati waktu latihan. Maka dari itu, mereka latihan setiap waktu.

Perkenalan Klub

Kami adalah klub dari Jepang “Hohgaku” berarti musik tradisional Jepang dan kami memainkan peralatan musik di klub. Kami menampilkan Hohgaku dengan memainkan Koto, Syamisen, dan Syakuhachi. Aktivitas klub kami adalah menyelenggarakan konser, melakukan travelling, pertunjukan, dan lain sebagainya. Kami pernah  diminta tampil di Taman Kanak-kanak, event untuk siswa internasional, dan saat makan malam di hotel. Kami menikmati Hogaku.

 

TAIWAN

Gui-Zhi Teater

Di Antara Bayangan dan Cahaya

Segalanya memiliki dua sisi. Kebahagiaan terjadi dengan kesedihan. Terang memasuki kegelapan. Ketika kita ingin menggenggam sesuatu ditangan kita, kita juga kehilangan banyak hal. Maka dari itu, mari buka hati kita dengan menari diantara bayangan dan cahaya.

Gui-Zhi Teater yang didirikan pada tahun 2008 oleh Tsai Chia-Chun dan sebuah grup seniman muda menggunakan gerakan dan ekspresi fisik untuk membawakan keunikan warisan budaya Taiwan kepada masyarakat.

Gui-Zhi Teater menempatkan penekanan besar terhadap ketertarikan penonton untuk membuat mereka sebagai bagian dari proses kreatif serta berbagi bersama dengan visi kreatif. Teater ini membawa seniman dari latar belakang yang berbeda untuk bersama-sama menciptakan pertunjukan multi-disiplin yang terbebas dari batas tradisional teater dan tari. Seniman internasional dan masyarakat lokal dari komunitas sering bekerja bersama dengan grup teater untuk menciptakan pertunjukan yang diluar batas kata, membuka pandangan peserta untuk pengalaman budaya baru yang kaya.

Gui-Zhi Teater didasarkan pada I-Ian, kota perdesaan yang berada di pesisir timur Taiwan. Kota ini mendalami kebudayaan dan kesenian tradisional yang dikenal sebagai rumah opera orang Taiwan serta diketahui sebagai tempat untuk mempelajari tari tradisional. Warisan budaya yang kaya meminjami semangat khas untuk visi grup seniman dan pengembangan kreatif.

Sejarah Perusahaan

Maret 2009                    : didirikan di Luondong, Taiwan

Juli 2009                          : Pertunjukan “Please Come In” di Luondong Fringe Festival

Juli 2010                          : Internasional Children’s Folklore & Folkgame Festival (Yilan, Taiwan) koreografi untuk upacara pembukaan dan penutupan pada “Song Train”

Juli 2010                          : Pertunjukan “Song Train” di Luodong Fringe Festival

Agustus 2010                : Pertunjukan di “Happy Kids Day” oleh Perwakilan Pemerintah Daerah Yilan yang diselenggarakan oleh Taiwan Volunteer Association, San Francisco

Mei-Sept 2010             : Luodong Fringe Festival – pertunjukan yang dikoreografi dan diatur oleh Luodong Children’s Theatre pada “Games of the Underworld”

2010-2011                      : Mengatur dan menjadi tuan rumah sesi pertama Contact-Improv Workshop

                                             Mengatur dan menjadi tuan rumah sesi kedua dari Contact-Improv Workshop

2011-2012                      : Memimpin pertunjukan dari Luodong Children’s Theatre

Agustus 2011                : Pertunjukan pembuka dan penutup pada Luodong Fringe Festival

Agustus 2011                : Premier dari Kwei Theater’s “Dancing with You in the Candlelight”

November 2011          : Mengatur pertunjukan dan workshop tarian internasional

Maret 2012                    : Berkolaborasi dengan Wuyuan Theatre untuk pertunjukan Opera Taiwan “The Twin Guardians”

Tsai Chia-Chun

Adalah direktur perusahaan yang merupakan lulusan B.F.A Dance, National Taiwan University of Arts. Tahun 2010 hingga 2011, beliau mengadakan Contact Improv Workshop series dan menjadi tuan rumah. Beliau juga menjadi instruktur berbagai macam komunitas pertunjukan kesenian. Pengalaman beliau di bidang koreografi dan pertunjukan dimulai tahun 1995, yaitu “A Man in a Room Gambling”, Mei-Kuang Li (Taiwan). Tahun 2011, beliau terlibat di workshop tari internasional “Birth”.

Direktur Teknis

Shu-Wen Hsieh adalah praktisi teater. Beliau lulusan Chinese Culture University in Theatre Arts. Dia telah bekerja deng beragam teater saat sekolah, seperti Performance Workshop, Ping-Fong Acting Throupe, The Puppet & It’s Double Theater, Shakespeare’s Wild Sisters Group, dan EX-Theatre Asia. Dia bekerja sebagai asisten panggung dan lighting, stage manager, dan technical director karena  pengalamannya pada teater yang hampir mencapai 10 tahun.

Huang Chun-wen

Huang Chun-wen lahir di Yilan, Taiwan. Dia telah menari sejak SMP. Setelah lulus dari Departemen tari, Taipe National University of Arts, ia telah bekerja dengan Cloud Gate 2, 31 Opera, proyek koreografer muda, Forum Tari Taipe, White Dance Temple, The Lan Yang Dancers, Hong-Kong-based McMuiMui Dansemble, Teater Tari Legend Lin, Studio Tari U-Fun, Teater Tari Sun-Shier maupun ROSS PARKS “Songs and Memory” – Yang Mei-rong Graduation Performance. Sekarang ia adalah freelance dan mendedikasikan diri untuk mengajar tari.

Yu Yang Ting

Yu Yang Ting lahir 14 Maret 1978. Beliau lulusan dari Taipe National University of Arts Bachelor of Dance. Dia telah bekerja sebagai guru pertunjukan seni dari tahun 2006 hingga 2010. Pengalamannya dibidang pertunjukan dimulai tahun 2008. Hingga saat ini dia telah ikut dibeberapa pementasan, termasuk Wu-Yuan Taiwanese Opera “Song Palace Secret History; My Fair Shrewd; The Twin Guardians” and Gui-Zhi Theater: Contemporary dance “Birth” and “Please Come In”.

Dewi Galuh Sintosari

Lahir di Solo 1 Juli 1983, lulusan dari akademi bahasa asing di Solo Indonesia dan Tamkang Universitas Taipe, Taiwan bahasa Cina. Belajar menari di istana Mangkunegaran sampai sekarang. Seorang guru di Indonesia Cultural Exhibition di National Taiwan University Sains dan Technology (NTUST) Taipe, Taiwan 2009-2010.

Pengalaman Menari  :

  • Dengan Danang Pamungkas “Beat” Salihara Teater Jakarta Indonesia 2012
  • Dengan Danang Pamungkas “Beat” Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah 2011
  • Dengan Agung Kusumo Widagdo “Sapu Jagad” Nasional Indonesia Festive 2011
  • Danang Pamungkas “Passion” World Dance Day Teater Besar ISI Surakarta 2011
  • International Flora Expo di Taipe, Taiwan 2010
  • Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Taipe, Taiwan 2010
  • Retno Sulistyorini “Samparan Moving Space” IPAM Teater Kecil ISI Surakarta 2009
  • Misi Kesenian di Melbourne, Australia 2009
  • Ni Kadek Yulia Moure “A Table” Teater Besar ISI Surakarta 2009
  • Upacara Penutupan Sea Games di Laos Vien Tien 2009
  • Misi Kesenian di Batam Expo Centre 2008
  • Djarot B. Darsono “Bedhoyo Bengawan” Solo 2007

Danang Pamungkas

Penari dan koreografer asal Solo. Belajar tari secara formal sejak masuk di SMKI Surakarta. Melanjutkan seni di STSI Surakarta lulus tahun 2005. Selain itu untuk lebih mendalami tari tradisi, juga belajar tari tradisi, juga belajar tari gaya Mangkunegaran di Keraton Mangkunegaran Surakarta.

Pengalaman di dunia seni pertunjukan terutama pertunjukan tari, antara lain mendukung karya Sardono W Kusumo Hutan Plastik Jakarta, Bangkok Thailand (2003) No Body Body’s Jakarta, Surabaya Art Festival (2004) Sunken Sea Galery Sunaryo Bandung (2006), Ki Slamet Gundono dengan repertoar Wayang Suketnya. Sen Hea Ha koreografer asal korea dalam karya Wahyu di Ui jeoung bu Music Festival dan Modafe Art Festival Seul Korea, Singapure Art Festival Mart (2005), Invinita GKJ, Belgium, Amsterdam, Austria (2007), Tan Malaka sutradara Gunawan Muhammad TIM Jakarta.

Spring In Solo adalah karya kolaborasi dengan Pappatara humara Dance Theater dari Jepang di Solo (2002), kolaborasi dengan English National Opera Orfeo Monteverdi’s sutradara Cheng Shi-zheng di London, England dan Shubert Theatre Boston (2007) The Coronation of Poppea English National Opera London, England (2007).

Tari yang disusun : Gulung (Solo, 1999), Gliyong (Yogyakarta, 2000), Trance (Wisma Seni Solo, 2002), Dograng, Gaung (Solo, Jakarta, Bandung, 2003), Mirror di Solo, Surabaya, Panyot Pun Padam Peraih juara 1 dalam lomba koreografi Nasional TIM Jakarta, Surabaya Art Festival (2004), Di Ujung Pintu koreografi Lintas Generasi TIM Jakarta, Pasar Tari Kontemporer V (Pekan Baru, 2006), On The Chair Solo (2006), Mara’s Compasion Solo (2007).

Tahun 2008-2010 bergabung dengan Claud Gate Dance Theater of Taiwan koreografer Lin Hwai Min Di Taiwan. Beat Project Peraih hibah kelola untuk karya inovatif pentas di Teater Arena Taman Budaya Surakarta (2011) dan dipentaskan di Teater Salihara Jakarta.

 

BRAZIL

                                                                                    Bantus Capoeira

Bantus Capoeira Indonesia

Grupo Bantus Capoeira Indonesia (GBCI) adalah salah satu bagian dari Bantus Capoeira yang didirikan oleh Mestre Pintor yang telah berpengalaman lebih dari 40 tahun di dunia Capoeira pada tahun 1991 di Belo Horizonte, Brazil.

Bantus Capoeira Indonesia (GBCI) resmi didirikan pada tanggal 8 April 2008 dengan pengajar dari Brazil yaitu David Dos Santos. Tipe Capoeira yang dipelajari antara lain Capoeira Regional, Capoeira Angola, Capoeira Benguela, Maculele, Samba de Roda. Selain itu, GBCI juga mempelajari seni Kebudayaan Brazil yaitu Forro, Batucada dan bahasa Portuguese Brazil. Forro adalah tarian pasangan tradisional yang terlihat seperti salsa ato tango. Batucada adalah permainan gendang yang berenergi yang sangat terkenal di Carnival Rio De Janeiro, Brazil. Lagu Capoeira dinyanyikan dalam bahasa Portugis. Capoeira adalah sebuah seni bela diri, permainan, dan olahraga yang berasal dari Brazil dengan mempertunjukan gerakan yang sangat indah, akrobatik, musik, lagu, dan terdapat interaksi yang menarik dan komunikasi yang saling terikat yang diperagakan dari para pemain capoeira, pemain musiknya , serta melibatkan penonton.

Instructor Bantus Capoeira Indonesia

David Dos Santos

  • Lahir di Sao Paolo, Brazil tanggal 28 Agustus 1982
  • Mendapatkan Corda Graduado yang diberikan oleh Mestre Pintor, pendiri Bantus Capoeira pada tahun 2006
  • Tahun 2009, beliau datang ke Jakarta, Indonesia untuk memberikan pengetahuannya mengenai capoeira di GBCI

Philip Habib

  • Lahir di Indonesia tanggal 1 September 1983
  • Mendapatkan Corda Verde sebagai corda pertamanya di capoeira dan Grupo Bantus Capoeira pada tahun 2008
  • Mendapatkan Corda Verde Amarelo tahun 2010

Mimi Huang

  • Lahir di Indonesia tanggal 19 Mei 1985
  • Mendapatkan Corda Verde dan Apelido (nama samaran di capoeira) sebagai Miniatura pada tahun 2008
  • Dikenal sebagai Corda Verde Amarelo pada tahun 2010

Morena

  • Lahir atas nama asli Alti Formansyah tanggal 11 Januari 1983
  • Mendapatkan Corda di Bantus Capoeira yaitu Coral pada tahun 2008
  • Dikenal sebagai Corda Verde pada tahun 2010

Event Tahunan

  • 29th – 30th November 2008 : “Beginning Without The End”
  • 12th – 14th November 2010 : “Festival Bantus Capoeira Indonesia – Brazil”
  • 3rd – 4 th Maret 2012 : “1st sou Brazil”

 

BELANDA

Kraayenhof Tango Ensemble

Kraayenhof Tango Ensemble

  • Carel Kraayenhof – bandoneon, pemain artistic, komposer

Carel Kraayenhof (1958) adalah pemain bandoneon, komposer, dan penggubah yang sangat memukau dan cakap sebagai pemain bandoneon dijaman ini. Dengan keunikan gaya karena pengetahuannya yang sangat luas tentang Argentinean tango, dia menyentuh penonton di seluruh penjuru dunia dengan permainannya yang mempesona dan terhormat. Bekerja bersama Astor Piazzolla tahun 1987 selama Broadway show “Tango Apasionado” dan pertemanannya dengan maestro tango  yang dicintai, Osvaldo Pugliese dia berkembang menjadi salah satu pemain bandoneon yang paling dicintai saat ini. Salah satu yang ditekankan tentangnya adalah tanggal 2 Februari 2002 menampilkan “Adios Nonino” selama upacara pernikahan H.R.H Prince Willem Alexander dan H.R.H Princess Maxima. Karya selanjutnya setelah 21 tahun lalu bersama Sexteto Canyengue, dia bekerja bersama selebritis dari kancah musik klasik seperti : Ennio Morricone, Yo-Yo-Ma, pemain biola Janine Jansen, Joshua Bell, dan pemain cello Quirine Viersen. Dia disambut pemain bandoneon solo dengan internasional symphonic orchestras, misalnya London Symphony Orchestra, The Berliner Philharmoniker, I’Orchestre National de Lyon, Tonkunstler Orchestra, The Sidney Symphony Orchestra, The London Philharmonic Orchestra with STING dan masih banyak lagi.

Carel tidak membatasi dirinya pada satu gaya tunggal musik yang dibuktikan dengan karyanya bersama dengan penyanyi Dulce Pontes dan Sting. Di Belanda, dia telah rekaman, misalnya Andre Hazes (Bloed, zweet en tranen), BIF (Barcelona, Bougainville, Geen Tango), Trijntje Oosterhuis (Nu dat jij er bent), Dana Winner (Afscheid van een Vriend), dan dia tampil bersama Marco Borsato. Carel telah menerima banyak penghargaan, seperti Edison Publieksprijs’ tahun 2003 untuk CD “Tango Royal” dan tahun 2005 dia dianugerahi oleh Pemerintah Argentina untuk upayanya yang tanpa lelah di penjuru dunia untuk Argentinean tango.

  • Juan Pablo Dobal – Piano

Juan Pablo Dobal lahir tahun 1964 di Buenos Aires, Argentina. Pada usia ke sembilan, dia memainkan piano dan pada usia lima belas tahun, dia memainkan piano secara tetap di konser klasik. Pada usia tujuh belas tahun, dia mendapat sertifikat guru musik dan saat dia berusia 22 tahun, dia juga mendapat sertifikat guru musik di sekolah musik nasional. Selain pendidikan klasik, Juan Pablo juga selalu active di musik impruvisasi, cerita rakyat, Tango, Jazz, dan musik Amerika Latin. Pada usianya yang ke 25, dia menetap di Amsterdam. Tahun 2008, dia mengeluarkan CD solonya, “Loco Corazon”di Argentina. Dia menyelenggarakan pertunjukan di seluruh penjuru Belanda bersama pertunjukan teater miliknya. Sejak akhir 2010, dia adalah pianist baru do duo tango dengan bandoneonist Carel Kraayenhof, Sexteto Canyengue dan the Kraayenhof Tango Ensemble.

  • Jaap Branderhorst – Bass

Jaap Branderhorst mempelajari gitar dan double-bass di Sekolah Musik Sweelinck, Amsterdam. Setelah itu, dia bermain dihampir seluruh Dutch symphony-orchestras, seperti Royal Concertgebouw Orchestra. Jaap juga bermain dibeberapa musik ensemble modern seperti ASKO-Schonberg Ensemble, The New Ensemble, dan The Xenakis Ensemble. Sejak 2005, Jaap adalah pemain double-bass di Sexteto Canyengue. Di Kraayenhof Tango Ensemble, dia muncul di panggung dengan Carel dan pengetahuan lama dari Sexteto Canyengue.

  • Bert Vos – Biola 1

Bert Vos mulai memainkan biola pada usia 7 tahun. Pada usia 16 tahun, dia menjadi pemimpin di Hangue Instrumental Youth Ensemble. 12 tahun kemudian, dia belajar dengan Jan Hulst di sekolah musik Rotterdam. Tahun 1993, Bert Vos adalah satu-satunya musisi dari Belanda di International Youth Orchestra, Israel, dibawah arahan maestro Lorin Maazel. Bert adalah anggota Novaya Shira ensemble dari penyanyi wanita Shura Lipovsky. Sejak musim semi 2005, bert adalah pemain biola kedua di Sexteto Canyengue dan juga di Kraayenhof Tango Ensemble

  • Lefke Wang – Biola 2

Lefke Wang belajar biola di Messiaen Academie dengan T. Schmidt von Altenstad dan Kees Koelmans. Di Scuola di Musica di Fiesole Itali, dia belajar dengan Maria Elena Runze dan Boriana Nakev. Tahun 2006, lefke telah menjadi Master in Arts and Sciences di Universitas Maastrich. Lefke saat ini mengajar biola di sekolah musik Amsterdam, anggota Picabia String Quartet, RBO Sinfonia dan Shtetl Band Amsterdam. Sejak 2012, lefke adalah anggota Kraayenhof Tango Ensemble.

  • Jan Willem Troost – Cello

Jan Willem Troost adalah anggota Caetani String Quartet, Ensemble Modelo 62, dan berbagai orkestra. Dia terlibat dengan baik di produksi teater musik !Ynx dan Alba Theaterhuis/Compost. Sejak 2012, Jan Willem adalah pemain cello di Kraayenhof Tango Ensemble.

Bersama dengan penari dan koreografer Samir Calixto, dia menciptakan Beating Hollow, duet dengan penari dan pemain cello (Korzo Production). Dengan penampilan ini, mereka adalah finalis di kompetisi Jur Naessens Muziekprijs 2009, BIMhuis, Amsterdam. Selain itu, pengalamannya di rockband can_of_be, dia menjadi spesialis di Argentinean tango dengan Orquesta Amago dan the Gerard van Duinen Tango Trio. Tahun 2006, Jan Willem Troost lulus dari Fontys Conservatory, Tilburg. Dimana dia belajar dengan Paul Uyterlinde.

  • Penata Suara : Rimmert van Lummel
  • Manajer : Thirza Lourens

 

PHILIPINA

Bohol Theater Company and Partners

TEATRO BOL-ANON UG KAUBAN

(Bohol Theater Company dan Mitra)

Para pemain utama untuk SIPA FESTIVAL 2012 berasal dari Bohol Theater Company dan Mitra dari Provinsi Bohol, di wilayah Visayas Tengah. Didirikan tahun 1997, bertujuan untuk meningkatkan apresiasi yang lebih besar dan kesadaran masyarakat lokal untuk pentingnya warisan, sejarah, dan isu-isu pembangunan kontemporer melalui penciptaan produksi teater asli. Produksi khusus untuk SIPA FESTIVAL 2012 pemain fitur tamu dan seniman mitra dari Jaringan Masyarakat Bohol Theater, dari Jaringan Visayas Barat TEATROKON, dan Jaringan MINDULANI Mindanao Theater. Kelompok ini menunjukkan disiplin teater berbagai : Musik, tari, drama, dan desain.

TEATRO BOL-ANON juga disertai oleh seniman-pemimpin dari berbagai disiplin seni Filipina untuk mengamati dan mengalami seni dan budaya Indonesia dan untuk berbagi pengalaman mereka melalui sebuah seminar singkat tentang tema dan tren saat ini dari drama Filipina, sastra, seni visual, musik, tari, arsitektur, dan bioskop.

Delegasi Filipina berpartisipasi dalam FESTIVAL SIPA 2012 melalui National Commission for Culture and the Arts (NCCA), Pemerintah Provinsi Bohol, dan Kedutaan Besar Filipina di Indonesia.