“THE LEGEND”
(HISTORY OF WOLRD CULTURE)

Legend always has its own interesting story from the past. It is about the history of attainment which can not be forgotten easily. There was a masterpiece in the legend which becomes the marker of era, also memento of development process in human’s culture. SIPA wants to excavate the spirit of legend which reveal history of world culture. The spirit of wealth in the past is impassioned again in order to be the energy for life and the growing of people culture today.

 

 

Fort Vastenburg, 20-22 September 2013

at 19.00-23.00 pm

 

 

20 September 2013
Sanggar Seni Tanadoang (Sulawesi)
Virpi Pahkinen (Swedia)
Semarak Candrakirana (Opening)
Noreum Machi (South Korea)
Padnecwara (Jakarta)
Zhuhai Hansheng Art (China)
Nan Jombang (Sumatera Barat)

21 September 2013
Zhuhai Hansheng Art (China)
Sanggar Lungun (Aceh)
Dance Theatre Ludens (Japan)
Noreum Machi (South Korea)
Pring Serentet (Banyumas)
Wayang Ajen (Jawa Barat)

22 September 2013
GPH. Paundrakarna J.S. (Solo)
Kiran Rajagopalan (India)
University Sabah Malaysia (Malaysia)
Laura Kriefman (England)
Sanggar Tarara (Madura)
Dinas Kebudayaan Jakarta Utara (Jakarta)

 

 

PROFILE

MASKOT SIPA 2013

Rachel Georghea Sentani

Puteri Indonesia Favorit Kepulauan Jawa 2013

Kesan saya saat didaulat menjadi maskot Solo International Performing Arts (SIPA) 2013 adalah saya merasa bangga bisa ikut serta dalam gelaran ini dikarenakan di tahun-tahun sebelumnya saya melihat bahwa dalam pelaksanaan SIPA sangatlah menarik dan tema-tema yang diambil selalu up-to-date dengan fenomena yang terjadi baik dalam lingkup global maupun di negara kita sendiri. Selain itu dengan didaulat menjadi maskot saya senang karena bia ikut berperan aktif dalam pertunjukan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menjadi penikmat SIPA. Dan sosok dalam Ratu Sima yang ada dalam diri saya adalah kejujuran. Karena, hal inilah yang telah ditanamkan oleh kedua orangtua saya sejak kecil dan ini membuat saya selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam hal apapun karena segala sesuatu yang dilakukan dengan jujur maka akan memberikan efek positif dalam pencapaiannya.

Nama                       : Rachel Georghea Sentani

TTL                            : Surakarta, 21 Maret 1993

E-mail                      : rachelgeorghea@ymail.com atau rachelgeorghea@rocketmail.com

Prestasi                   :

  • Juara I Pemilihan Putri Solo 2010
  • Juara I Pemilihan Mbak Duta Wisata Jawa Tengah 2010
  • Juara Favorit Pemilihan Mbak Duta Wisata Jawa Tengah 2010
  • Wakil II Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2011
  • Puteri Indonesia Jawa Tengah 2012
  • Puteri Indonesia Favorit Kepulauan Jawa 2013

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nan-Jombang (Sumatera Barat)

Lahir di Saningbakar, Solok, Sumatera Barat 23 Juni 1958. Koreografi saya pertama Saya lahir pada tahun 1983 berjudul “NAN JOMBANG” dan sekaligus menjadi nama group yang saya dirikan dan saya pimpin. prosesnya saya rasa waktu itu dipicu oleh keinginan untuk mengekspresikan diri dengan meyakini potensi dalam diri serta potensi budaya dan tradisi Minangkabau yang saya yakini sangat kaya ide. Gagasannya sederhana saja, waktu itu mungkin sebatas keinginan menciptakan nuansa koreografi yang baru, yang tetap berpijak dan berakar pada karakternya tradisi (ruh/spirit) bukan bentuk fisiknya, melainkan sebuah misi dari pemikiran dan kecerdasan seorang koreografer.

Proses koreografis yang sangat penting dann sangat mempengaruhi karya-karya tari saya sampai saar ini, karena saya lahir dan hidup ditengah-tengah keluarga seniman tradisi yang memiliki paham dan anutan tradisi yang kuat. Ayah saya Jamin Manti Jo Sutan (almarhum) dikenal sebagai seorang penari tradisi dengan akar tradisi yang kuat. Sementara ibu Nurjanah adalah seorang penenun benang emas. Dan uniknya, saya tidak pernah belajar atau diajarkan menari piring secara langsung, tapi saya sangat mahir memainkannya. Ini adalah proses sejak saya berumur 3 tahun, dimana setiap 2 kali seminggu saya selalu duduk dan tiduran di pangkuan ayah melihat orang menari piring dan mendengar musik saar ayah memainkan musik tari piring yang sedang berlatih. Kemudian, diumur 5 tahun saya langsung bisa menarikannya di saat pesta perkawinan (baralek). Faktor lingkungan adat dan tradisi Minangkabau kedua orangtua yang apresiatif terhadap seni tradisi dan kemudian pilihan saya yang menjadikan tradisi akar penting untuk penggarapan karya kontemporer dan merupakan paduan yang menyemangati kelahiran koreografi saya sampai saat ini.

Sinopsis

“Sang Hawa”

Tak mungkin ada peluang lagi yang tersisa saat semua wanita tak ingin lagi bernafas ketika bertahta sebelum subuh

Koreografer                  : Ery Mefri

Penari                              : Angga Mefri, Rio Mefri, dan Geby Mefri

Lighting Designer        : Vita Jeje

Produksi                         : Nan Jombang Dance Company – Padang 2010

Tarian “Sang Hawa” telah dipentaskan pada beberapa event       :

  1. 12-14 Juni 2010 pada Festival Theater Der Welt di Mulheim An Der Rurhr Und Essen, Jerman.
  2. 25-26 Agustus 2010 pada “Darwin Festival” di Darwin Entertainment Centre Australia.
  3. 31 Agustus dan 1 September 2010 pada “Cairns Festival” di Centre of Contemporary Arts Cairns Australia.
  4. 10-12 September 2010 pada “Brisbane Festival” di Brisbance Powerhouse Australia
  5. 24-25 September 2010 pada “OzAsia Festival” di Adelaide Festival Centre Australia.

 

JAKARTA

PADNECWARA

Pimpinan : Retno Maruti

Alamat     : Jl. Bumi Pratama 1 Blok O no. 5, Komplek Bumi Harapan Permai, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jakarta. +6221-87796054

Didirikan pada tahun 1976 oleh Retno Maruti. Awalnya merupakan sanggar tarian Jawa yang kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi yang mampu mengelola pertunjukan seni Jawa, memberi apresiasi seni tradisi bagi masyarakat, serta mengembangkan dan melestarikan kebudayaan Jawa. Nama Padnecwara diambil dari bahasa Sansekerta padmi/padni dan iswara yang berarti permaisuri raja. Menjadi ciri khas Padnecwara pada setiap penampilannya adalah menggunakan tembang sebagai pengganti dialog seperti halnya bentuk lengendriyan (Opera Jawa). Hingga saat ini bersama Padnecwara sebanyak 12 karya tari Maruti telah dipentasan.

 

SOLO

G.P.H Paundrakarna J.S

Gusti Pangeran Haryo Paundrakarna Jiwo Suryonegoro yang biasa dipanggil Mas Pondra, Gusti Mas, atau Popo adalah seorang Profesional, Enterteiner/Pekerja Seni, Seniman Tari, Aktor, Penyanyi, dan Interior Decorator.

Ia adalah putra dari K.G.P.A.A Mangkunegoro IX dan Sukmawati Sukarno Putri. Pamandanya adalah Guruh Sukarno Putra dan Almarhum G.P.H Herwasto Kusumo yang keduanya adalah seniman terkenal.

Sedari SMA ia sudah berkarya dan bergabung dalam Grup Tari Soeryo Soemirat Istana Mangkunegaran Solo milik pamandanya (Almarhum G.P.H Herwasto Kusumo). Lewat pentas Solo 24 Jam Menari, ia kembali menampilkan Karya terbarunya yang berjudul “Bidadari Genit”. Kini ia menampilkan Karyanya tersebut khusus untuk SIPA 2013.

 

MADURA

Sanggar Seni Tarara

Sanggar yang mulai berdiri pada 22 Desember 2002, dengan kepanjangan nama Tarian Rakyat Madura. Telah banyak membuat karya-karya dan mencetak koreografer-koreografer dan komposer-komposer muda sebagai pengkaderisasian estafet Kesenian di Bangkalan. Kini Sanggar Tarara memiliki anggota aktif untuk anak-anak sebanyak 200, pelajar 123, dan umum 127 siswa didik. Sanggar pimpinan Sudarsono ini mempunyai rutinitas latihan untuk anak-anak hari Selasa dan Jumat sore, remaja hari Rabu dan Minggu sore.

Biodata Sanggar Tarara

Nama                               : Sanggar Seni TARARA Bangkalan

Berdiri                             : 22 Desember 2002

Sekretariat                    : Jl. Pemuda Kaffah No. 18 Bangkalan, Jawa Timur

Ketua Sanggar              : Sudarsono

Sekretaris                      : Septiana

No. HP                             : 081330479484 / 087852838942

Blog                                  : sanggartararabangkalan.blogspot.com

 

JOGJAKARTA

Sanggar Lungun

 

JAWA BARAT

Wayang Ajen

Wayang Wajen berdiri tahun 1999 di Jawa Barat dan digagas oleh Wawan Gunawan dan Arthur S. Nalan. Wayang Wajen adalah sebuah proses kreatif dalam spirit kreasi, sejalan dengan Giddens, dalam menyikapi perkembangan wayang golek Sunda dengan merekunstruksi struktur pertunjukan melalui inovasi-inovasi dalam perpaduan potensi budaya lokal menuju bentangan wayang Indonesia yang mendunia.

Wayang Ajen adalah pergelaran eksperimen kreatif eayak golek Sunda yang digarap berdasarkan konsep dramaturgi teater modern dengan memanfaatkan kolaborasi berbagai seni pertunjukan tradisi dan multimedia yang saling melengkapi. www.wayangajen.com

SULAWESI SELATAN

Sanggar Seni Tanadoang

Sanngar Seni Tanadoang digagas pada tahun 1999 oleh ibunda Hj. Nurtin Mahmud, dimana pada waktu itu beliau berniat untuk mengembangkan budaya-budaya tradisional di Kabupaten Kepulauan Selayar dan mempunyai maksud bahwa Sanggar Seni Tanadoang ini adalah induk dari beberapa sanggar seni yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sebelumnya, Kegiatan-kegiatan seni telah banyak dilaksanakan dibawah pimpinan Bapak Agussalim Salny, tapi sejak tahun 2007 sampai sekarang telah beralih pimpinan kepada Bapak Ir. Arman dengan prestasi sanggar yang gemilang dipentas lokal, nasional, dan internasional.

 

JAKARTA UTARA

Dinas Kebudayaan Jakarta Utara

SUKU DINAS KEBUDAYAAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA

SAMBRAH BETAWI

Sambrah berasal dari kata samaroh yang artinya bermusyawarah. Musik sambrah dikenal pada tahun 1920. Pada masa itu musik sambrah sering diperdengarkan pada saat pejuang-pejuang Betawi bermusyawarah didalam ruangan dan musik sambrah bermain diluar untuk mengelabuhi kompeni. Seiring berjalannya waktu, sambrah sering diperdengarkan pada acara maulid, perkawinan, dan khitanan. Sambrah adalah ensembel musik yang berkembang di kalangan masyarakat Betawi yang banyak menyerap kebudayaan Melayu.

TARI ZAPIN RENTAK REBANA

Tarian Rentak Rebana mengangkat kembali gerakan zapin yang banyak menggunakan rentak cepat pada kaki dan langkah. Tarian ini menggunakan properti ketimpring atau rebana dalam gerak tariannya. Tarian ini merupakan tarian lepas yang digunakan untuk pertunjukan atau persembahan dalam suatu majelis atau acara dengan diiringi musik sambrah dalam tempo lambat, kemudian sedang, dan diakhiri dengan tempo cepat.

TARI ZAPIN PASMINA

Tari Zapin Pasmina menggambarkan ekspresi kegembiraan dalam menyambut tamu atau persembahan. Tarian ini menggunakan properti kipas yang dapat berbunyi keras ketika dibuka dengan cara dihentakkan. Kipas melambangkan keindahan dalam dinamika tarian yang dipadu dengan musik sambrah melayu, menjadikan tarian ini indah.

BANYUMAS

PRING SERENTET

Profil Pring Serentet : Banyumas Dance Community

Pring Serentet adalah salah satu komunitas kesenian banyumas yang masih eksis di daerah Surakarta. Pring Serentet merupakan sebuah komunitas tari yang mempunyai basic inovasi baru tari banyumas yang didirikan tanggal 2 April 2000 oleh seniman-seniman muda asli Banyumas yang berdomisili di daerah Surakarta. Melalui pengalaman berkesenian yang matang, Pring Serentet mampu menghadirkan inovasi baru tanpa menghilangkan jati diri Banyumasan.

JEPANG

DANCE THEATRE LUDENS

Kegiatan Dance Theatre Ludens setiap tahunnya didukung oleh Yayasan Saison sejak 2000 hingga 2005. Februari 2001, Ms. Iwabuchi menerima penghargaan dari Kedutaan Besar Perancis sebagai Koreografer Muda dan Yayasan Kebudayaan Yokahama sebagai [Be]-duo- at the Solos x Duo Dance competition sebagai bagian dari Yokohama Dance Collection 2001. Dengan penghargaan ini, ia terlibat sendiri dalam kegiatan penari di National koreografi Center di Tours (Perancis). Dia juga menerima penghargaan pendatang baru dari Jepang Dance Critic Assosiation untuk [Distance] tahun 2005. Ms Iwabuchi menerima beasiswa Dance Web dan berpartisipasi dalam Dance Wochen Wien pada musim panas 1999. Dia juga menerima beasiswa dari Asian Cultural Council tahun 1992 untuk penelitiannya di New York.

Perusahaan telah diundang oleh The 3rd Daejon International Dance Festival (Korea), Le Printemps de la danse (Tunisia), Pusat Biennial (Tokyo Aoyama Enkei Theater), Indonesia Dance Festival, ada Fundo do Fund (Portugal Dance Festival), ADF (American Dance Festival), dan sebagainya.

 

INGGRIS

Laura Kriefman

Laura Kriefman adalah pendiri dan koreografer Dance Guerilla Project. Karya lainnya termasuk koreografi The Good Soldier (Theatre Royal Bath, 4, Mail on Sunday & Guardian); Oh What a Lovely War (Royal Academy of Music), The Voice of Tomorrow (Teater Bloomsbury), dan The Cherry Orchard (4 stars The Times, Time Out Critics Choice).

Laura dilatih di GSA Conservatoire, memenangkan beasiswa BluePrint pertama dan Perusahaan Angel’s Choreography Bursary. Dia adalah dosen tamu di Birkbeck pada MFA dalam Produksi Kreatif dimana dia telah mengajar selama 3 tahun dan merupakan Produser Kreatif di Teater Bates Tristan.