“LIFE IN THE CONTEMPORARY WORLD”

The trutht will always live in modern era. That’s the reason why we should trying to read the modern era spirit. Therefore we could leave more beautiful memories in the past time. Moreover, so we should plan the more better works in the future.
Live in the Contemporary World is a spirit to expect and face the cycle of time. the spirit of always coloring themodern era life.

 

 

Fort Vastenburg, 10-12 September 2015

at 19.00-23.00 pm

 

 

DELEGASI PENAMPIL

Semarak Candrakirana Art Center
Dance Horizone Troupe (Singapore)
Sanggar Grata (Bengkulu)
Phoenix Dance (Semarang)
UPI Bandung (Bandung)
Balai Seni Ciwasiat (Pandeglang)
Rianto Dewandaru (Banyumas)
GPH Paundrakarna (Solo)
Ranah Teater (Padang)
Thai Dance (Thailand)
Fajar Satriadi (Solo)
Oxana Chi & Layla Zami (Jerman)
Sang Swara (Kudus)
Rion Five (Korea Selatan)

 

 

PROFILE

  • Fajar Satriadi

Mascot of SIPA 2015

Fajar Satriadi seorang seniman Surakarta dipilih menjadi maskot SIPA 2015 karena memiliki banyak pengalaman di bidang seni pertunjukan. Dia merupakan lulusan ISI Surakarta program studi S2. beliau memulai kariernya dibidang seni tari pada tahun 1990 di Taman Budaya Jawa Tengah,dengan Koreografer S. Pamardi “On and On”. Pada tahun 2014 Fajar Satriadi merupakan “Main Player” Matah ATi di Pamedan Mangkunegaran.

Dalam SIPA 2015 kali ini, Fajar Satriadi menampilkan sebuah karya seni tari yan beberapa waktu lalu beliau sudah pentaskan di Negara Jepang. Tarian ini sukses dipentaskan dan mendapat apresiasi yang baik. Sehingga atas apresiasi yang beliau raih dalam pementasan di Jepang beberapa waktu lalu beliau memilih tarian untuk dijadikan sebuah persembahan seni dalam SIPA 2015.

SINOPSIS KARYA :

Suara Angin

Angin memberikan hidup dan kehidupan tanpa batas dan tanpa meminta imbalan. Udara adalah angin yang bergerak. Nafas menhantar kita masuk pada ruang ke tubuhan yang terdalam mengajak memahami makna akan hidup dan kehidupan serta pemberi hidup Gusti Ingkang Maha Agung. Nafas adalah pintu kesadaran bertemunya jagad besar dan jagad kecil. Suara dan gerak sebuah refleksi pelepasan.

 

 

  • Kolaborasi Tari Topeng Indonesia dan Korea Selatan

Ko-In merupakan singkatan dari Korea-Indonesia, dua negara yang bekerjasama membuat pertunjukan tari topeng. Ko-In terdiri dari penari topeng dan musisi tari topeng Hahoe,Republik Korea,Semarak Candrakirana Art Center,Solo,Indonesia,dan Mask Dance,Malang,Indonesia.

Terdapat 6 babak pada tari kolaborasi Republik Indonesia dan Republik Korea. Pada babak pertama,keindahan musik korea dan indonesia ditampilkan sebagai pembuka. Kemudian,kedua jenis musik disatupadukan menjadi harmoni dalam satu kesatuan. Babak kedua menampilkan para penari topeng yang berperan seperti gambar yang tidak bergerak dari ribuan tahun yang lalu. Babak ketiga merupakan pertunjukan Tari Topeng Dewi. Dewi Korea dan Dewi Indonesia berdiri diatas pundak penari lain dan menari menggunakan selendang. Babak keempat para puteri yang ditampilkan dalam topeng sekartaji menari menyambut tamu dan sang tamu dari korea memberikan bunga sebagai hadiah. Babak kelima penari topeng pria menyelamatkan penari topeng puteri dan memenangkan melawan laki-laki jahat. Pada babak terakhir,tokoh bangsawan dan wanita. Korea muncul di panggung dari berbagai arah. Para pelawak menuju panggung dan bertanya pada setiap orang untuk menari bersama. Setiap penari menari bersama dengan iringan musik korea.

 

 

 

  • RION FIVE

Rion Five adalah grup band berbakat dari negara korea selatan. Rion Five terdiri dari 6 anggota,yaitu Royun,Minjae,Taewoo,Jonghyun,Yuseong,dan Kangsan. Mereka tersebut pertama kali debut pada 25 Maret 2014 dengan Label Narda Entertainment. Mereka telah menghasilkan beberapa digital single,termasuk Crush On You dan Knock Knock Knock.

Tahun 2015,kegiatan broadcasting Rion Five meningkatkan penggemar mereka. Pada Mei 2015,Rion Five menyelenggarakan konser dengan target 100 siswa siswi SD dan SMP diJepang, Shinjuku. Mereka juga akan menyelenggarakan konser sejak Juni hingga Desember di Korea. Mereka juga jumpa fans melalui TV Afrika.

 

 

  • ED x 2

Korea Selatan.

Koreografer Lee Insoo dari Emio Greco/PC Dance Company (Belanda) menciptakan ED x 2 Dance Company. EDx2 bertujuan menggali repertoar asli yang memukau penuh energy dengan kepekaan artistic dan gerakan deskriptif. EDx2 terbuka beragam genre artistic seperti hip-hop,tari kontemporer,drama dan pantomime,acrobat,dll untuk mencapai tujuannya.

What we’ve Lost menjelajahi tema “imajinasi dan realitas” “fantasi dan ilusi” serta “retospeksi dan memori” melalui intrik penting panggung dan gerakan tari ekspresif dipadukan dengan pantomime. Gadis sekolah beragam,anak manja,dan preman daerah sekitar memperlihatkan apa yang telah hilang dan kita lupakan di kehidupan sehari-hari. Persimpangan garis batas ambigu antara realitas dan khayalan,potongan ini akan mengarahkan penonton untuk pahit manusnya dunia khayalan. Hasil karya koreografer Lee In-Soo telah memperlihatkan “realitas dan imajinasi” proses mempertanyakan dan menemukan “arti dan alasan kehidupan kita”,dan keinginan untuk berkomunikasi. Because of why perdana ditampilkan di beberapa pertunjukan dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton.

The Perfect Reason

Hampir semua orang memiliki kebenaran yang tidak bisa membawa keuntungan pada mereka,atau bahkan terkadang membawa korban dan fakta yang bisa membawa keberuntungan bagi mereka.

Yang mana yang akan kalian pilih diantara dua hal? Kenyataan dan Kebenaran.

Di masyarakat kita, beberapa orang melakukan kecurangan ketika mereka menginginkan tujuan mereka saat yang lain menerapkan peraturan,berusaha menyesuaikannya pada kriteria ketulusan. Dua orang tersebut hidup berdampingan.

Jika kamu bisa memilih salah satu fakta dan kebenaran tanpa pembatas dan tidak ada seorangpun berusaha menghakimi atau membenarkannya, apa yang akan kamu pilih? Kami akan mencari cara bagaimana bermuka dua dan telitinya kita saat hal ini mengenai saat tersayat antara kenyataan dan kebenaran serta menjelaskan alasannya.

 

 

  • Dance Horizon Troupe

Singapore

Kelompok Tari Horizon didirikan pada 20 Agustus 2001 oleh pendiri yang juga sebagai Direktur Artistik yang bernama Henry Ng Chay Kuang. Kelompok ini mendukung penuh keaslian dan kreatifitas dalam seni tari juga mendedikasi upaya tekun ke arah kelestarian budaya bagipara pemuda di daerah setempat untuk dapat mrnari dan juga menyediakan wdah bagi penari dan koreografer profesional untuk menunjukkan bakat mereka.

Sejak berdirinya kelompok tari Horizon,Mereka telah aktif berkecimpung dalam banyak acara lokal yang diselenggarakan pada tempat pertunjukan di Singapur. Bukan hanya berkecimpung di Acara Lokal saja,kelompok tari Horizon juga menampilkan karya seni mereka dalam festival seni dan program pertukaran seni di kancah internasional. Mereka mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan koreografer terkenal juga penari dari berbagai tempat. Pada acara “New Prague Dance Festival” mereka memenangkan beberapa penghargaan untuk Tari Kontemporer Terbaik,Kostum Terbaik,dan juga koreografer terbaik.

 

 

  • Oxana Chi – Layla Zami

German

SINOPSIS “Neferet iti”

Dalam tahun ini, Oxana mewujudkan Firaun Afrika Neferet yang terkenal dan patungnya yang juga terkenal. Di musim Pulau Berlin sejak lebih dari 1000 tahun lamanya ia ta pernah mendapatkan kesempatan untuk kembali ke kampung halamannya. Oxana membawanya kembali melalui tari kontemporer yang puitis yang mana menceritakan fakta bahwa Eropa mendapatkan pemasukan besar dan keuntungan dalam budaya dan seni yang berasal dari negara lain,sedangkan negara asalnya dan artis aslinya tidak dikenal sama sekali. Ironi ini ditampilkan dalam tarian Fusion dengan soundtrack musik perkusi yang dibawakan oleh Abdoul Aziz Sinka (Germany/Burkina Faso) dan e-gitaris dan pemain oud Gilbert Trefzger (swiss/Egypt). Pertunjukan ini berisikan tarian yang memiliki musisi spesial Layla Zami (France/Martinique) yang juga akan menemani pertunjukan.

Tarian indah Oxana, “Neferet iti’ pertama kali ditampilkan pada 2012 di acara festival Dance Summer 12 di Berlin,German. Tahun-Tahun selanjutnya Oxana fokous dalam pembuatan tariannya yang memberikan tema berbeda di acara yang berbeda dari festival yang berada di sekitar German. Lalu tahun 2014 Oxana sangat berharap untuk menampilkan tari “Neferet itu’ lagi dan beruntungnya Oxana mendapatkan undangan dari African Dance Festival Biennale “Passages” Bielefeld dan The Arts House “Maison Rouge” Pulau Karibian,Martinique.

 

Ocana Chi

Oxana Chi adalah seseorang yang memiliki banyak talenta. Ia adalah seorang yang berdarah campuran German_nigeria. Ia adalah seorang pekerja seni di Berlin yang khususnya menekuni bidang tari,koreografi,dan kurator. Oxana memenangkan beberapa hadiah dan penghargaan atas karya-karyanya. Ia juga tampil dalam beberapa film dan publikasi lainnya.

Oxana belajar dan tampil banyak di sanggar di berbagai macam negara seperti Solo (ISTI University) to NYC (Merce Cunningham Studio) over Paris (Cite des Arts) and Sydney (Sydney Dance Company).

 

 

  • Thai Dance

 Thailand

Ramwong

Ramwong adalah tarian rakyat populer. Ramwong ditarikan oleh lalki dan perempuan yang menari dalam satu lingkaran yang sama, sesuai dengan namanya “Ramwong” yang berarti menari melingkar.

Ramwong adalah tarian modifikasi dari tradisional Central Thai tari rakyat yang disebut “Ram Tone”, sebuah tarian dengan ketukan,dari Gendang Thailand. Lagu-lagu dan pola tari Ramwong yang ada sekarang ditetapkan pada sekitar 1938-1994 sebagai alat promosi nasional dari Field Marshall Plaek Pibulsongkram,Perdana Menteri saat itu,dengan tujuan membuat identitas Nasional Thailand. Dahulu, Ramwong dipromosikan sebagai tari nasional. Satu set lagu dan pola tari Ramwong ditugaskan sebagai “standar” oleh pemerintah.

 

 

 

  • RANAH TEATER

Padang

Prolog

Sejak didirikan pada tahun 2007, Ranah Teater berlandaskan, teater pada akhirnya hanyalah ‘alat’ mempertemukan manusia : Sebuah kendaraan yang bisa didatangi manusia (pemain) dari mana saja untuk diangkut ke ‘haltel’ kesepahaman,baik dalam latihan maupun membangun visi.

Dari kesepahaman itulah kami mulai mencari dan menggali aoa yang bisa kami buat. Kami mendasarkan diri pada apa yang kami punya,baik dalam lingkungan sosial maupun geografis.

Sinopsis

Satu peristiwa penting terjadi di saat kaum Paderi bertempur dengan Belanda di abad 18. dalam masa perang paderi itu,percobaan pembunuhan dilakukan terhadap pimpinan Bonjol,Tuanku Imam. Istri dan anaknya terbunuh. Tuanku Imam menerima 12 tusukan tapi tidak meninggal.

Siapa yang membunuhnya? Apa yang melatarinya? Apakah percobaan pembunuhan ini hanya dimaksudkan untuk membakar amarah rakyat Bonjol sehingga menyebabkan terjadinya peristiwa pembantaian di Masjid Besar Bonjol? Atau hanya suksesi pimpinan agama dan adat yang menyebabkan retaknya Bonjol dari dalam? Sejarah sunyi menjawabnya. Hingga saat ini.

 

 

  • Universitas Pendidikkan Indonesia Bandung (UPI)

Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI) didirikan pada tanggal 20 Oktober 1954 di Bandung. Diresmikan oleh Menteri Pendidikan Pengajaran Mr. Muhammad Yamin. Semula Bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG).

Kampung utama UPI sendiri berada di Jalan Setiabudi 229 Bandung. Kampung UPI memiliki 8 fakultas. UPI berekspansi mendirikan kampus di beberapa lokasi seperti Cibiru,Tasikmalaya,Sumedang,Purwakarta,dan Serang. UPI akan terus berinovasi menjadi Universitas pelopor Indonesia seperti visi misi UPI kedepan. Visi kampus ini adalah :

Visi

“Universitas Pelopor dan Unggul” (a leading and outstanding univeristy)

Judul : Perempuan Bambu

Sinopsis :

Perempuan Bambu adalah kisah perempuan-perempuan perkasa yang ada di pedesaan, mereka bukanlah perempuan yang selama ini disebut sebagai manusia nomor dua. Mereka adalah seorang ibu dari anak-anaknya,seorang istri dari suaminya dan seorang pekerja keras yang tak kenal menyerah untuk menghidupi keluarganya. Mereka bukanlah manusia nomor dua,mereka adalah perempuan perkasa yang lahir dari tanah yang mengabdikan hidupnya untuk kejayaan tanah dan keturunannya. Ia rela bekerja keras seperti apa yang dilakukan laki-laki umumnya yang juga ditempatkan dalam mesin sosial tanpa banyak rewel. Ia telah menyamakan kesetaraan gender tanpa mengenal kata perempuan disumur,di kasur,dan di dapur,ungkapan yang melemahkan esktensi perempuan.

Demikian juga pohon bambu,mengajari kita soal kekuatan,keindanhan,ketajaman dan fleksibilitas,seperti sesosok perempuan yang perkasa. Kita jarang menyaksikan bambu roboh. Ditengah tumbangnya pohon-pohon lain akibat serangan angin puting beliung,bambu tetap berdiri tegar. Perempuan dan Bambu mempunyai makna : Kuat,tegar,kokoh,tangguh,lentur,dan ulet. Saat yang lain bertumbangan dalam menghadapi masalah,maka permpuan berkarakter bambu akan tetap eksis,menampilkan lambaikan indah dan terus memberi manfaat.

 

 

  • Sanggar Gatra

Bengkulu

Sinopsis Komposisi Musik Dol

Judul : “ LIOL”

Musik LIOL berpijak dari unsur-unsur kretifitas dan inovatif. Musik LIOL ini digarap dalam suatu garapan kekinian dengan dipicu dari eksplorasi yang berpola pada pola-pola dinamik, perkusif dan atraktif. Telapak tangan sebagai pengganti penabuh dol diharapkan dapat menciptakan nuansa khasanah karakteristik bunyi,gerak,dan efek yang berbeda, tetapi tetap dalam bentuk frame artistik dan estetik suatu karya seni.

Alamat : Jl.Letkol Iskandar No 151,RT13 RW01, Tengah Padang,Teluk Segara,Bengkulu.

Pimpinan Sanggar : Satri Hanipa

Penata Musik : Ferry Ganti

Produksi : Sanggar Gatra

 

 

  • Bale Seni Ciwasiat

Pandeglang

Bale Seni Ciwasiat adalah kelompok generasi muda yang bergerak dalam bidang seni pertunjukkan yang bersumber dari tradisi budaya masyarakat Banten. Individu didalamnya berlatar belakang dunia seni pertunjukkan tradisional.

Kelompok ini terbentuk karena keinginan yang sama untuk melestarikan seni budaya Pandeglang Banten melalui kelompok yang profesional,dengan motto : Mengubah Tradisi menjadi Modern.

Judul : DAG-DIG-DUG

Sinopsis : Dag-Dig-Dug adalah suara bedug dan perkusi lain yang bergemuruh. Bedug Gebrag sebagai perkusi utama garapan ini,merupakan perkusi Bedug Banten yang biasa digunakan masyarakat dalam tradisi “ngadu bedug” (ungkapan hari kecemasan). Cemas karena takut kalah. Karena bagi Banten,kalah dalam sebuah peraduan bedug adalah hal yang paling dicemaskan. Peralatan musik khas banten : Bedug Gebrag,Tilingtit,Dolongdong,Anting Sela,Rebana dan Terebang Gede,akan memvisualkan DAG-DIG-DUG para pemainnya.

 

 

  • Phoenix Dance

Bring the beauty of dancing

Tari Kipas Ungu

Sebuah Tarian kipas yang menyimbolkan kebahagiaan dan kelembutan hati yang ditarikan dengan enerjik namun tidak menghilangkan keindahannya.

Tari Seribu Tangan / Jien So

Tarian yang melambangkan Dewi Kwan Im yang memiliki seribu tangan/banyak tangan,dimana dimaksudkan bagi kita untuk selalu siap membantu sesama dalam keadaan apapun seperti yang Dewi Kwam Im lakukan.

 

 

  • Dewandru Dance Company

Banyuwangi

Dewandru Dance Company merupakan kelompok tari yang didirikan oleh Rianto,Seorang seniman tari yang dilatih sejak kecil dalam tradisi tari jawa kuno dan kombinasi dari tehknik dari kontemporer dan juga latihan skala internasional,dan Miray Kawashima,seorang seniman tari Jepang yang bertalenta. Pada April 2006 dengan mereka yang bertujuan untuk menyebarkan tari tradisional Jawa untuk menari di Indonesia, menampilkan koreografi tarian terbaik yang tradisional maupun kontemporer,dan melakukan pertukaran budaya diantara Jepang dan Indonesia.

Tarian Jawa

 adalah tari tradisional lahir dan berkembang di dua kota kerajaan Jawa,yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Bagaimanapun juga,tari Jawa ditampilkan hanya di upacara kerajaan pada saat dahulu kala, maka tak ada kesempatan bagi publik untuk menyaksikannya.

Tarian Amaterasu

Tarian harus memiliki Identitas tampilan dari sebuah bangsa. Dalam hal ini,saya mempresentasikan sebuah kisah dari leluhur kita yaitu kisah perjalanan mereka malalui tarian. Penciptaan dari ayah dan ibu kita dalam menerima karakter Indonesia setelah merdeka dan juga menunjukkannya dalam sebuah peran di dunia.

Gerbang Amaterasu merupakan jalan yang menuntun kearah pintu budaya Jepang. Cahaya dari Amaterasu selalu menyinari dan menjaga masyarakat Jepang dan menerangi jalan dalam progres. Dijawa terdapat Nyi Roro Kidul yang memegang ketentuan dunia esoterik dari laut Hindia,yang keberadaannya dirasakan oleh seluruh rakyat Jawa. Ia juga yang memvalidasi pengangkatan raja-raja Jawa melalui pernikahannya dengan mereka.

 

 

  • Sang Swara

Kudus

Sang Swara mulai berproses kreatif pada tanggal 8 Agustus 2008. selama kurang lebih 2 tahun tanpa melakukan sebuah pementasan,Sang Swara terus berproses hingga berhasil menggarap 12 komposisi lagu kemudian memanggungkannya. Setelah itu,sang swara terus berproses dan mengadakan pementasan-pementasan baik tunggal,sebagai pengisi acara maupun lintas kota. Sampai saat ini,kami sudah menggarap lebih dari 30 komposisi musik yang syairnya diambil dari puisi,baik dari ciptaan sendiri maupun kami ambil dari ciptaan para penyair-penyair yang lain.

Dalam sebuah perjalanan panjang,kami telah mencoba begitu untuk mengenal dengan lebih intim puisi-puisi yang ditulis oleh para pencipta puisi yang kami kagumi. Bermula dari keinginan untuk menangkap sesuatu yang disebut inspirasi dari puisi besar mereka dan bagaimana mereka berinvestasi diri dalam ide-ide yang dihasilkan kemudian bagaimana mereka menuliskan begitu banyak karya yang saat diperdengarkan rasanya seperti kita dapat melihat berbagai alternatif pemikiran dan visi. Itu sebabnya kami percaya bahwa puisi harus melibatkan “kerja”. Kerja yang keras. Ya,bagi penulis dan penyair,menulis adalah kegemaran,bukan panggilan dari hati kita,dan kita menulis dari rasa gairah,kesenangan,dan tak jarang obsesi. Akhirnya,selalu kami sampai pada satu titik kekaguman bahwa ini semua adalah bagaimana untuk menguraikan kata-kata dari satu percikan imajinasi.

 

  • Indonesia CPI AFTF Dance Company

Indonesia

ICADC adalah sebuah forum dari lima koreografer Indonesia yang pernah bergabung dalam program CPI di kota Andong,Korea Selatan sejak tahun 2010 – 2014. ICADC dibentuk pada 10 November 2014 dengan kerjasama. Mereka adalah Ari Ersandi,Darlane Litaay,Darmawan Dadjiono (Iwan),Elisabeth Nur Nilasari dan Wisnu Hadi Prayitno. Mereka adalah lulusan dari Kementrian Olahraga,Pariwisata,dan Budaya Korea yang disebut Cultural Partnership Initiative (CPI) yang bertempat di Andong Festival Tourism Foundation (AFTF).

ICADC lahir melalui program Andong Mask Dance Festival yang menelurkan spirit baru dari para koreografer untuk mengenalkan tarian topeng. Ketika mereka tinggal disana,mereka berkesempatan untuk merasakan untuk membangun dan menciptakan tarian dimanapun. Lima penari yang hidup di pulau berada di Indonesia bukan hanya penari. Tarian yang merupakan pergerakan ialah alat komunikasi dimanapun mereka berbeda.

ICADC merupakan tempat bertemunya berbagai macam karakter topeng. Walaupun Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki berbagai macam pulau bukanlah penghalang bagi mereka. Senyum dari topeng Hahoe dan Wangi Soju merupakan kebanggaan dari Kota Andong yang menjadi kekuatan dari kelompok ICADC untuk menggerakkan tubuh mereka dalam misi ke dunia luas untuk membawa topeng menjadi sebuah ikon untuk bersatu dengan dunia dengan semangat seni.

Harapan kami untuk ICADC untuk akan terus menciptakan sebuah tempat untuk seni,dimana seni diapresiasi dalam jenjang internasional. Pada akhirnya,akan memiliki hubungan yang baik antara Korea dan Indonesia.