“ARTS AS A SOCIAL ACTION”

Art was created by humans as a form of cultural expression and also social expression. Art was created not only for the sake of art itself, but also as a form of existing social movements. For example, everything related to the natural environment, gender, politics and so on.
Art is flexible so that it can adapt to almost all aspects of life. The presence of SIPA besides bridging social issues manifested in a form of performing arts, also as a means to communicate the artwork to a wide audience. this action is an attempt to strengthen relations between people as well as relations between wider community groups. Peace, harmony and tolerance make our world better place.

 

 

Fort Vastenburg, 5-7 September 2019

at 19.00-23.00 pm

 

 

PENAMPIL DALAM NEGERI

De Tradisi (Medan)
FierArt Dance Group (Bandung)
Labor Seni Terasuruh (Aceh)
Malaydans Studio (Riau)
Mila Art Dance (Yogyakarta)

Folakatu Art Tidore (Tidore)
Kemlaka Sound Of Archipelago (Solo)
Padepokan Seni Budaya Duta Seni Krakatau Steel (Banten)
Abib Igal Dance Project (Yogyakarta)
Aceh Performance Art (Aceh)

Billy Aldi (Solo)

Bunga Band (Jakarta)

Kunokini & SvaraLiane (Jakarta)

 

PENAMPIL LUAR NEGERI

HIMASK (Korea Selatan)
Senju Kabuki Dance Company (Jepang)
Chun Seul Dance Company (Korea Selatan)
Yamato Dance Unit (Jepang)
Pooja Mani of the Arts and the Aesthetics Foundation and Pooja Bhatnagar of Bali (India)

Century Contemporary Dance Company (Taiwan)

Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan)

AUE Dance Co (New Zealand)

Rion Five ( Korea Selatan)

 

PENAMPIL DALAM NEGERI

 

De Tradisi (Medan)

De Tradisi adalah kelompok musik yang mengusung genre world musik berbasis tradisi Batak. De Tradisi dibentuk pada tahun 2008 dimana para anggotanya sepakat setiap karya-karya yang diciptakan harus bersumber dari idiom-idiom tradisi khususnya kesenian Batak. Hal ini dianggap penting karena dapat sekaligus menjadi proses pembelajaran
baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Sampai saat ini De Tradisi masih tetap fokus mencari idiom-idiom tradisi dan diolah menjadi sebuah karya baru.

JUDUL KARYA: Rakut Sitelu. 
Rakut Sitelu adalah sistem kekerabatan pada masyarakat Batak Karo yang di dalamnya ada Merga Si-5, tutur si-8, perkade-kade 12+1. Angka-angka dalam Rakut Sitelu ini dijadikan dasar dalam menciptakan karya Rakut Sitelu melalui pendekatan idiom-idiom nada tradisi Karo.

 

FierArt Dance Group ISBI Bandung

Judul Karya: Lara
Perempuan sejatinya diciptakan diciptakan dari tulang rusuk pria, bukan tulang kepala untuk dijadikan atasan, bukan pula tulang kaki untuk dijadikan alas, melainkan dari sisinya, tulang rusuk. Untuk dijadikan mitra sederajat, dekat dengan lengan untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai.

 

Labor Seni Terasuluh (Aceh)

Labor Seni Terasuluh dibentuk pada tahun 2013 oleh Sabril Gusmail bersama dengan Sulaiman. Labor Seni Terasuluh, merupakan sebuah wadah komunitas kreatif yang mencoba mewujudkan gagasan-gagasan inovatif pertunjukan tari dengan menggembangkan konsep “Suara Tubuh”.

JUDUL KARYA: Voices Inside.
Karya ini terinspirasi dari peristiwa penolakan masyarakat Aceh atas isu berdirinya perusahaan tambang emas di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Protes yang dilakukan bertahun-tahun hingga puncaknya di awal april 2019 terjadi aksi demonstrasi mahasiswa se-Aceh di kantor Gubernur untuk menuntut pembatalan aktivitas tambang emas tersebut.

Karya ini mencoba menginterpretasikan bentuk-bentuk penolakan tersebut ke dalam medium gerak tubuh. Voices Inside didukung oleh 3 (tiga) orang penari laki-laki sebagai perwakilan individu-individu yang lantang dalam menyuarakan pendapat. Menjadikan karakteristik gerak tari tradisi Sudati sebagai fokus pengamatan koreografer, seperti bunyi dari tepukan tangan ke dada dan di perut bagian bawah (pinggul), hentakan kaki ke tanah/pentas, serta petikan jari. Karakteristik tersebut dijadikan sumber ide penggarapan dan dimaknai sebagai sifat kritis dan berani untuk menentukan sikap serta tindakan tegas dalam menanggapi sebuah permasalahan. Tidak hanya mulut, tubuhpun akan bersuara untuk menyuarakan kebenaran.

 

Malay Dans Studio (Riau)

Manusia dan alam sudah semestinya menjadi teman akrab yang saling melengkapi dan memelihara hakekat bahu-membahunya. Jika kemudian kesewenangan manusia telah meninggalkan kesepakatannya, alampun berhak murka. Sesak adalah sebuah interpretasi fisikal tentang ketidakberdayaan manusia untuk menjaga keharmonisan manusia dan alamnya. Akibat ulahnya dan konsekuensinya, karya tari yang merujuk eksplorasi ragam gerak tari melayu ini, mencoba sekali lagi mengingatkan bahwa ulah kita sebagai kolaborator utama untuk keseimbangan makhluk ciptanNya menjadi penentu atas kelegaan dari sesaknya nafas dan sesaknya ruang hidup untuk kita semua.

 

Mila Art Dance (Yogyakarta)

Mila Art Dance merupakan sebuah komunitas tari yang terdiri dari sekumpulan seniman wanita yang didirikan oleh Mila Rosinta Totoatmojo pada tahun 2012. Selain aktif dalam membuat pertunjukan, berkarya dan workshop, Mila Art Dance juga membentuk sebuah sekolah tari yaitu Mila Art Dance School dimana sekolah ini menjadi sebuah wadah untuk mengembangkan bakat dan kreativitas para penikmat seni. Mila Art Dance masih aktif dalam berkesenian hingga saat ini, baik itu dalam konteks seni untuk seni maupun seni untuk hiburan sehingga Mila Art Dance sekarang mulai banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Proses demi proses dilalui Mila Art Dance sehingga kami memiliki pemikiran untuk berkarya berlandaskan dari budaya Indonesia yang disajikan dalam bentuk yang berbeda.

JUDUL KARYA : “DRUPADI”
Sebuah pertunjukan tari yg terinspirasi dari novel DRUPADI karya Seno Gumira Ajidarma. Dari karya novel ini Mila Rosinta terispirasi pada sosok Drupadi, yang sebenarnya tidak menyukai suratan. Selama berpuluh-puluh tahun memendam perasaan dan kegelisahannya atas kejadian-kejadian yang tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Ia hanya dapat mendendam dan berdoa atas kejadian yang dialaminya. hingga pada akhirnya ia mengungkapkan seluruh perasaannya tentang hak atas keinginan dan perasaannya kepada kelima suaminya yaitu PANDAWA. Dia bersumpah dendamnya terhadap Dursasana akan hilang jika dia membasuhkan darah Dursasana ke rambutnya yang terurai atas kehilangan kesuciannya. 
Dari cerita tersebut Mila Rosinta mengambil esensi tentang bagaimana tiap wanita berhak atas tubuhnya, atas kemerdekaan dirinnya, dapat mengungkapkan pendapat, dan dapat bebas dalam menentukan pilihan hidupnya.

 

Folakatu Art Tidore (Tidore)

Judul Karya: BODY OF GRECELE
Maluku Kie Raha adalah sebuah jazirah kepulauan, lalu Tidore adalah kesatuan dari gunung dan laut. Eksotik, menawan namun sarat akan makna. Memahami kedalaman tubuh dan alam maka terciptalah tarian yang lahir dari pengalaman inderawi akan narasi tubuh yang berpijak pada tari Salai Jin dan Cakalele. 
Bercerita tentang lautan yang berbisik pada sekelompok anak muda untuk menjaga ibu bumi yang agung. Tarian ini akan memadukan dua karakter sekaligus; maskulin-feminim, keras-lembut, yang menyatu antara diri dan alam. Simbol maritim yang gagah khas warisan leluhur nusantara dipertemukan dengan keindahan disetiap jengkal tanah, adat-tradisi, tutur-perilaku serta mitos simbolik.

 

Kemlaka Sound Of Archipelago (Solo)

Kemlaka Sound Of Archipelago adalah kelompok musik etnik yang terdiri dari para musisi asal kota Surakarta. Motivasi kreatif Kemlaka di bidang musik berawal dari keprihatinan yang mendalam terhadap musik etnik nusantara, yang keberadaan saat ini mulai terkikis oleh gempuran arus globalisai musik populer. Bukan untuk melawan, melainkan kemlaka mencoba menciptakan model-model musik baru yang bersumber dari musik etnik nusantara.
Kemlaka terkadang juga memanfaatkan corak-corak musik populer seperti; rock, jazz, blues, pop dan lain-lain, sebagai wadah untuk mengekspresikan kembali musik etnik nusantara. Dengan begitu Kemlaka tidak akan terkurung dalam satu genre musik tertentu. Dari hasil karya-karyanya, Kemlaka setidaknya telah melakukan langkah konservasi terhadap musik etnik nusantara dengan spiirit dan ekspresi anak muda masa kini. 
Kemlaka akan selalu mencoba untuk konsisten dengan keyakinanya bahwa dengan menciptakan musik etnik nusantara dengan gaya-gaya muda dan kekinian, merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budayanya. Setiap pementasan Kemlaka di depan publik dan media dihayati oleh Kemlaka sebagai sebuah perjuangan untuk membumikan “Sound Of Archipelago”, suara-suara jati diri nusantara.

 

Padepokan Seni Budaya Duta Seni Krakatau Steel (Banten)

Judul Karya: TARI BAKALE
Tari Bakale menceritakan tiga tahap ritual perjalanan Ngawalu, Ngalaksa dan Seba,dengan mengambil dasar gerak tradisi yang dikemas menjadi sebuah komposisi tari.
Menghormati filosofi alam sudah menjadi hukum budaya dan penggunaan hasil alam
telah menginspirasi untuk melakukan aksi sosial terhadap seluruh kalangan mulai dari
kalangan masyarakat biasa sampai petinggi Negara.

 

Abib Igal Dance Project (Yogyakarta)

Pertama kali dibentuk pada tahun 2012 di Yogyakarta atas inisiatif Habibi atau yang akrab disapa Abib. Abib Igal Dance Project adalah dapur kerja artistik dalam usaha pencarian, pembentukan dan pembacaan ulang terhadap tubuh Kalimantan. Saat ini Abib Igal Dance Project masih fokus pada studi performance dan proses eksplorasi tari gelang Suku Dayak Maanyan. Kekhasan irama gelang yang seolah bernyanyi akan terus diusahakan kebaruannya dan dikenalkan keunikannya dalam dunia tari masa kini.

JUDUL KARYA : KONVERGEN
Karya ini merupakan sebuah studi performance tentang ekspedisi tubuh wadian. Konvergen adalah narasi bunyi titik pertemuan antara bentuk laku ritual dengan kompleksitas diri.

 

Aceh Performance Art (Aceh)

Aceh Performance Art (APA) adalah kelompok lintas disiplin ilmu seni yang dimotori oleh para akademisi seni Aceh. Kelompok ini didirikan sebagai laboratorium dan wadah silaturahmi serta berkarya guna mengembangkan seni nusantara.

JUDUL KARYA: The Spirit of Geleng.
Karya ini merupakan hasil eksplorasi dari seni tradisional Aceh Rapa’i Geleng, dalam pertunjukan ini Rapa’i Geleng dikolaborasikan dengan music modern dan komposisi Rapa’i , penampilan ini menggambarkan semangat masyarakat Aceh dalam kehidupan sehari-hari diringi beberapa syair Aceh yang bernuasa Islami.

 

PENAMPIL LUAR NEGERI

 

HI MASK (Korea Selatan)

HI-MASK menggunakan topeng tradisional dari sekitar dunia untuk menggambarkan budaya dunia dalam satu kesatuan. Hi-MASK adalah pertunjukan topeng nonverbal yang memperkenalkan penonton budaya topeng dari seluruh dunia dengan menggunakan topeng yang mewakili tradisional budaya dari berbagai daerah seperti “Topeng Hahoe” Korea, “Diablo” dari Amerika Selatan, “Krampus” dari Eropa Utara, dan “Cham” dari Tibet. Berbagai topeng yang muncul di HI-MASK akan menyulut imajinasi penonton dan membangkitkan rasa ingin tahu mereka saat menonton pekerjaan Performa topeng nonverbal omnibus yang melampaui keterbatasan bahasa dan budaya Nanta dan Jump telah menunjukkan pertunjukan nonverbal itu dapat melampaui keterbatasan perbedaan bahasa dan budaya. HI-MASK, adalah a pertunjukan topeng nonverbal yang komprehensif yang meliputi tarian, akting, pertunjukan aksi, musik, dan sulap dengan menggabungkan madang tradisional Korea pertunjukan (panggung terbuka) dan topeng tradisional. Setiap Madang dilakukan dalam gaya omnibus, membuatnya mudah untuk mengendalikannya waktu pertunjukan untuk menghasilkan karya yang menggabungkan berbagai jenis pemandangan sehingga audiens dapat mengalami pengaturan yang menyediakan berbagai jenis inspirasi dan perasaan untuk setiap Madang

SINOPSIS :

Halo. Saya anak bungsu dari keluarga eksentrik saya. Kami senang Anda bisa berbelanja

beberapa waktu dengan keluarga disfungsional saya yang belum berbakat selama satu jam berikutnya! Mulai sekarang,

Anda bisa melepas topeng Anda selama satu jam.

Kami adalah Keluarga: Keluarga yang terdiri dari anggota dari empat benua termasuk Asia,

Afrika, Eropa dan Amerika Selatan mengadakan pesta topeng tari. Semua orang dibawa

bersama oleh tarian dan bakat, melampaui kebangsaan, ras dan usia. Setiap keluarga

anggota memakai topeng dan tarian untuk melupakan semua masalah.

Kami datang dari tempat yang tak terlihat. Kami memberi tahu orang-orang bahwa pesulap yang mengenakan topeng bisa

menghadirkan lebih banyak kesenangan dan kumpulkan orang dengan beragam karakteristik. Mungkin saat kita pakai

topeng, kita bisa lebih ceria. Jika Anda ingin menjadi binatang, kenakan topeng binatang.

Jika Anda ingin menikmati kebebasan, sembunyikan wajah Anda dengan topeng.

Apakah Anda lajang atau menikah, jangan sadar tentang orang lain. Kapan semua orang

terlihat, Anda bertindak bijaksana, nyaris tidak menggerakkan bahu Anda, tetapi ketika tidak ada yang melihat,

Anda tiba-tiba gagal! Ini hanya antara Anda dan saya, tarian yang Anda bisa

benar-benar menikmati kebebasan adalah tarian tanpa gaya. Dekati orang-orang saat Anda menari

kamu suka.

Pekerjaan rumah ibu melelahkan tetapi dia menikmatinya, karena itu untuk keluarga. Dia menikmati

pekerjaan rumah yang lucu, pergi keluar, belanja untuk hal-hal indah di mal, dan

mengenakan pakaian yang elegan. Tapi ketika dia pulang dan membongkar tas belanjaannya,

Sayangnya, dia akhirnya tidak membeli apa pun untuk dirinya sendiri. Dia hanya membeli barang untuk suaminya

dan anak-anak. Jangan menerima begitu saja kebaikan hati ibu.

Ayah pekerja keras kami terkadang ingin berhenti dari pekerjaannya dan meringankan beban

beban dari pundaknya. Namun, ketika dia memikirkan keluarganya, dia hanya kembali

kerja. Dia pergi bekerja setiap hari untuk keluarganya. Jangan kita semua memiliki ayah seperti ini

rumah?

Oh! Kita seharusnya tidak meninggalkan goblin yang terkadang muncul dalam mimpiku.

Goblin yang seperti anak-anak muncul dalam mimpi anak-anak dan berbagi permen dengan mereka. SEBUAH

pengganggu yang mengganggu teman goblin saya muncul. Bahkan ayah dari teman goblin saya

muncul untuk memarahi pelaku intimidasi! Apakah Anda ingin berteman dengan goblin di

mimpi?

Semua wanita cantik. Mereka sering berganti pakaian. Mereka menghabiskan banyak waktu melihat

diri mereka di cermin. Jadi mereka mengganti pakaian dalam sekejap mata dan memamerkan pakaian mereka

Penampilan cantik untuk orang-orang. Mereka juga menari dengan sangat baik. Mereka membawa senyum kepada kita dan adil

menonton mereka sangat menyenangkan.

Ambil foto dengan aktor yang membintangi pertunjukan. Kita juga bisa memakai topeng

 

Senju Kabuki Dance Company (Japan)

Kelompok yang mentransmisikan seni pertunjukan tradisional Jepang

Pertunjukan di Jepang sangat menarik, pertunjukan luar negeri di Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, Filipina, Malaysia, Korea, Taiwan, dan lainnya

SINOPSIS : Tomoyakko dan Tsukudasendo

Tomoyakko : Tomo yakko adalah bujang rendahan yang melayani samurai berpangkat tinggi sebagai pelayannya, terutama selama prosesi negara. Dalam prosesi ini, tomo yakko dari seorang samurai desa tingkat tinggi terlambat meninggalkan rumah pedesaan dan karena itu tidak dapat berfungsi sebagai pelayan tuannya. Sepanjang jalan, dia terus bertanya kepada orang-orang bagaimana menuju ke ibukota. “Pergi ke tempat yang banyak orang dan lampu terang” mereka menasihatinya. Jadi dia berakhir di distrik lampu merah Periode Yoshiwara atau Edo! Di distrik lampu merah, tomoyakko meniru tuannya dengan mengenakan kimono favorit gurunya dan mengendarai tandu, dan bersenang-senang dengan biaya tuannya.

Tsukudasendo : Setelah membiarkan pelanggan turun dari kapalnya, seorang tukang perahu dari daerah Tsukuda di Edo menjadi mabuk selama istirahat dan berturut-turut mengasumsikan karakter “Mabuk Mabuk,” “Mabuk Mabuk,” dan “Mabuk Mabuk” sebelum mendapatkan kecerdasannya tentang dia lagi dan pergi ke lihat kekasihnya. Seorang tukang perahu yang menggambarkan tiga pemabuk yang berbeda menjadikan ini bagian yang menarik dan menyenangkan.

 

Yamato Dance Unit (Japan)

Yamato mendapatkan reputasi karena mengekspresikan pesan dengan menari. Tarian kontemporer di sekitar tarian jalanan. Buat karya sesuai dengan bunyi dan lirik. Unit ini adalah grup yang berkumpul untuk membuat karya YAMATO. Para anggotanya adalah sebagai berikut; Yamato, Katsuki Kakinohana, Maika Fujii, Koh Sukeda, Yuuka Suzuki, Kaya Yooko.

SINOPSIS :

Feeling ~Rain sometimes madness~

Tanyakan pada diri saya sendiri mimpi yang akan hilang.

Dunia yang tidak nyata.

“Hanya ini yang bisa aku lakukan?”

Ingatan kembali kepada saya seperti kilas balik ketika saya akan berhenti.

Tidak hanya menyenangkan tetapi waktu yang paling sulit.

“Apakah aku sudah melakukan yang terbaik?”

Lakukan saja meskipun itu membuatku gila. Maka saya akan menemukan sesuatu yang berbeda.

2017:

  • Saitama National Dance Competition Creative department 2nd prize

2018 :

  • Dance summit in Japan Best performer prize
  • SAI Dance Festival Jury prize
  • South Borneo Art Festival 2018 Invitation performance (Indonesia)

 

The Arts and the Aesthetics Foundation (India)

Ny. Pooja Bhatnagar bekerja sama dengan Ny. Pooja Mani, Direktur The Arts & the Aesthetics Foundation (TAAF), India tampil bersama siswa mereka.

SINOPSIS : Saraansh Selaras SIPA 2019

SEBUAH CATATAN OLEH DIREKTUR

Kathak – sintesis dari yang sakral dan sekuler, adalah bentuk tarian kuno India. Ini layakari unik, gerak kaki yang rumit, pirouette memusingkan, ‘adayagi’ (pengiriman) brilian dari Parans dikombinasikan dengan suku kata berirama gemilang dan musik instrumental membuatnya menjadi sesuatu pengalaman transendental, kesempurnaan estetika dan keindahan batin yang hebat.

Ny. Pooja Bhatnagar bekerja sama dengan Ny. Pooja Mani, Direktur Yayasan Seni & Estetika (TAAF), India, akan menghadirkan “Saraansh Selaras”. Saraansh berarti esensi atau lambang tarian kathak klasik India yang juga melodius dan harmonius “Selaras”. Ini terdiri dari empat parameter suku kata yang berbeda yang digunakan dalam bentuk klasik ini. Dimulai dengan doa kecil, perjalanan melalui Thumri, Trivat, Sargam & diakhiri dengan Tarana.

Bahasa Dance and Music bersifat universal … Bahasa ini langsung menjangkau setiap hati yang sensitif … namun itu tentu saja adalah bahasa abstrak … yang mengatakan itu semua tetapi mengatakan tidak ada yang spesifik … tidak ada yang concerete …! Banyak yang tersisa bagi seorang seniman untuk menguraikan, menafsirkan, dan menganalisis …!

Karya tari ini disajikan oleh Pooja Bhatnagar (penari Kathak terkenal dari Bali) dan rekannya Pooja Mani (penari-koreografer asal New Delhi, India) bersama dengan murid-murid mereka Nia, Sejal, Veralika, Kashish, Shreya, Prisha, Cinta dan Tiwin.

Seluruh tim kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua penyelenggara dan sponsor acara ini karena telah mengundang kami untuk berpartisipasi dalam festival terkenal ini. Terima kasih

 

Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan)

CYGA-Fei Yang Dance Troupe

Diwarisi dari Chinese Youth Good Mission, 1974-1999, maka kelompok perguruan tinggi paling terkemuka dalam mempromosikan diplomasi budaya internasional melalui berbagai macam seni pertunjukan, Asosiasi Pemuda Baik Cina, didirikan pada 2018, bertujuan untuk memenangkan semangat CYGMers dan untuk memajukan menumbuhkan lingkungan yang lebih baik bagi para seniman muda dalam tarian, musik, dan pertunjukan lainnya, dan untuk merenovasi babak baru komunikasi budaya internasional. CYGA telah mengadakan acara reguler baik domestik maupun luar negeri. Ini telah berpartisipasi dalam festival internasional di Brisbane, Australia (2015, 2019), Semarang, Indonesia (2017, 2018), Solo, Indonesia (2018, 2019), Andong, Korea Selatan (2018, 2019).

Grup Tarian Fei-Yang, diinisiasi pada tahun 1998 dan didirikan di Tainan, Taiwan selatan, telah menikmati reputasi besar dalam festival internasional di Asia, Eropa, Amerika. Baru-baru ini, Fei Yang telah diundang ke Polandia, Prancis, dan Belanda.

Albert TANG, Ph.D., anggota CYGM pada tahun 1986 dan saat ini Presiden CYGA, akan bersama-sama mengarahkan tim dengan Koreografer HSU Hui-chen, direktur pendiri Kelompok Tarian Tari Fei Yang dan anggota CYGM pada tahun 1989. Keduanya mereka mengunjungi negara-negara Eropa dan Timur Tengah dalam perjalanan CYGM mereka.

  • Powering the Prairie

         Dalam bentuk budaya rakyat, penari menghadirkan semangat dan kekuatan vitalitas di Alam melalui berbagai bentuk artistik, untuk menunjukkan nenek moyang orang-orang berkuda di padang rumput.

  • Folklore in the Clouds

         Menggambarkan budaya minoritas di pegunungan dan perairan yang berawan, tarian tunggal oleh penari pemenang Hadiah HO Xin-di, untuk menemani penonton berjalan ke lingkungan surga manusia yang agung.

  • Ladies and drama

Tarian rakyat kelompok, berpusat di sekitar interaksi antara wanita dan drama, meningkatkan perhatian ke panggung, dan sentimen ke dalam hati para wanita.

  • Flower, Shadow and Reflection

Tarian rakyat lainnya, menampilkan pantulan indah dan variasi dari sungai, dan berbagai bentuk bunga yang dipantulkan di atas air, melambangkan keseimbangan dan keindahan kehidupan.

 

Rion Five (South Korea)

2014.4 First Sing Album – Crush on You

2014.5 Everland EverStar

                M.net Japan K-POP STAR CAM

2015.2 Second Single Album – Tuk,Tuk,Tuk

2015.4 MBC ‘Show Champion’

2015.4 CJB, KBC,KNN, TJB

2015.4 SBS ‘The Show’

2015.5 MBC ‘Show Champion’

2015.5 Tokyo, Japan Concert

2015.7 Mnet ‘M Countdown’

2015.9 SIFA FESTIVAL

2015.12 Korea-Japan Concert

2016.1  MBC Show

2016.2  Third Single Album ‘Unbroken’

2016.2 MBC ‘Show Champion’

                SBS ‘The Show’

2016.3 Mnet ‘M Countdown’

2016.8  Fourth Single Album – Summer Time

2016.12 Fifth Single Album – Miracle of Christmas

2017.3 m.net Produce 101

  1. 3 Project album T.E.N (with RIONFIVE)