Oxana Chi & Layla Zami – Jerman

Biografi

Oxana Chi

Oxana Chi adalah seorang yang memiliki banyak talenta. Ia adalah seorang yang berdarah campuran German-Nigeria. Ia adalah seorang pekerja seni di Berlin yang khususnya menekuni bidan tari, koreografi, dan kurator. Oxana memenangkan beberapa hadiah dan penghargaan atas karya-karyanya dalam penghargaan Heinrich-Boell-Foundation, Performing Arts Fonds Darstellender Kuenste, French Ministry for Youth Award. Ia juga tampil dalam beberapa film dan publikasi lainnya.

Oxana belajar dan tampil di banyak sanggar di berbagai macam negara seperti Solo (ISTI University) to NYC (Merce Cunningham Studio) over Paris (Cité des Arts) and Sydney (Sydney Dance Company).Salah satu tempat kesukaan Oxana adalah Solo yang ia kunjungi secara regular untuk belajar dan praktek tarian indah dari Jawa dan Tai Chi Chuan.

Bertahun tahun lamanya akhirnya Oxana meningkatkan gaya pertunjukannya yang ia sebut sebagai Fusion yang mana penggabungan banyak gaya, dari oriental, Balet Klasik, Tari Afrika. Kung Fu, tari tradisional Jawa dan tari kontemporer Eropa. Ia bekerja bersama musisi-musi hebat yang membuat sountrack luar biasa untuk tariannya. Hal tersebut mendapat banyak pujian di Jerman, Indonesia, dan media berbahasa Perancis untuk inovasi dalam karyanya.

Layla Zami

Layla Zami memainkan Live-Music Saxophone, Ocean Drum. Ia adalah seorang musisi yang tinggal di Berlin. Bukan hanya seorang musisi ia juga seorang performance- artist dan seorang penulis yang bekerja sama dengan Oxana di berbagai macam tempat dari Istanbul hingga Martinique. Ia adalah anggota ELES Talents Program (Program Bakat ELES)  dan seorang kandidat mahasiswa S3 Humboldt-University Berlin.

 

Sinopsis “Neferet iti”

Dalam tarian ini, Oxana mewujudkan Firaun Afrika Neferet yang terkenal dan patungnya yang juga terkenal. Di Musim pulau Berlin sejak lebih dari 1000 tahun lamanya ia tak pernah mendapatkan kesempatan untuk kembali ke kampung halamannya. Oxana membawanya kembali melalui tari kontemporer yang puitis yang mana menceritakan fakta bahwa Eropa mendapatkan pemasukan besar dan keuntungan dalam budaya dari seni yang berasal dari negara lain, sedangkan negara asalnya dan artis aslinya tidak dikenal sama sekali. Ironi ini ditampilkan dalam tarian Fusion dengan soundtrack musik perkusi yang dibawakan oleh Abdoul Aziz Sinka ( Germany / Burkina Faso ) dan e-gitaris dan pemain oud Gilbert Trefzger (Swiss / Egypt ).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *