Dra. Irawati Kusumorasri, M.Sn., Direktur Solo International Performing Arts (SIPA)

 

Irawati Kusumorasri adalah Direktur Solo International Performing Arts (SIPA) yang lahir di Kota Solo pada bulan Desember 1963. SIPA adalah sebuah festival internasional di Kota Solo, Jawa Tengah, Indonesia, yang menghadirkan berbagai seni pertunjukan dari dalam dan luar negeri dalam bidang kesenian seperti seni tari, musik, dan pertunjukan teater. SIPA yang digelar sejak 2009 menjadi ajang bergengsi di Kota Solo.

Irawati membawa SIPA ke jenjang yang lebih tinggi dengan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) sebagai Top 30 Event Calendar of the Wonderful Event tahun 2019. Selain itu, SIPA juga berhasil meraih penghargaan Anugerah Bangga Buatan Indonesia (ABBI) 2020 sebagai juara pertama.

Selain menjadi Direktur SIPA, beliau merupakan penari ternama di Kota Solo yang telah menunjukkan kepiawaiannya dalam berbagai pertunjukan tari di dalam maupun luar negeri. Dia adalah seniman multitalenta yang belajar menari sejak usia dini. Irawati memulai kegiatan menarinya di lingkungan Pura Mangkunegaran yang mempengaruhi keahliannya dalam seni tari Jawa. Selain menjadi penari, beliau sempat mewakili Indonesia untuk menjalankan misi kebudayaan di berbagai negara, seperti Jepang, Prancis, Inggris, Malaysia, Jerman, Rusia, Kamboja, dan Belanda pada tahun 1986 – 2010.

Irawati meraih gelar sarjana di Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Inggris, Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Beliau melanjutkan studi pasca sarjana di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Irawati telah mengharumkan nama Indonesia melalui karyanya, sehingga banyak penghargaan telah diberikan kepadanya. Koreografi merupakan salah satu karyanya yang sangat terkenal. Beberapa koreografinya antara lain Oncot Srimpi Topeng Sumunar (1994), Operet Timun Emas (1996), Obong (1997), Beksan Sekar Ratri Srimpen Kendi Sekar Putri (1999), Bedhaya Kakung “Siguse” (2000), dan Sekar Jagad (2002). Selain koreografinya, beliau juga telah menampilkan berbagai tarian tradisional seperti Srimpi Anglir Mendung, Srimpi Moncar, Gambyong, Mondraswara, Mondrokusumo, Mondrorini, dan Langendriyan.

Karena kecintaannya pada seni dan budaya, Irawati juga mendirikan Pusat Seni Semarak Candrakirana (SCK) pada tahun 1998. Hingga saat ini, pusat seni tersebut memiliki lebih dari 150 siswa dan lebih dari 1.000 siswa yang lulus. Banyak prestasi yang diraih Pusat Seni SCK, di antaranya: penyelenggara upacara pembukaan SIPA sejak 2009, pengisi acara pembukaan di berbagai acara budaya, antara lain International Mask Festival (IMF), Festival Dalang Cilik, dan Semarak Budaya Indonesia (SBI). Pusat Seni SCK juga mewakili Indonesia dalam Festival Tari Topeng Andong Republik Korea pada tahun 2014 dan 2015. Dari hal tersebut, Irawati selalu memotivasi generasi muda untuk mempelajari budaya Indonesia dengan menari.

Selain menjadi Direktur SIPA dan Pimpinan Pusat Seni SCK, Irawati juga pernah menjadi Ketua Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA), Akademi Seni Mangkunegaran yang berlokasi di Kota Solo hingga 2018.

Irawati tertarik untuk mengembangkan SIPA dalam skala internasional. Dalam kepemimpinannya, SIPA telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa organisasi internasional, antara lain Yayasan Pariwisata Festival Andong, Republik Korea; Universiti Teknologi MARA, Malaysia. Beliau berharap bisa bekerja sama dengan organisasi internasional lainnya untuk menjalin persahabatan.

Penulis: Anggi & Rani

Editor: Mimi

 

Irawati Kusumorasri, The Director of Solo International Performing Arts (SIPA)

 

Irawati Kusumorasri is the director of Solo International Performing Arts (SIPA) who was born in Solo on December 1963. SIPA is an international festival in Solo, Central Java, Indonesia that presents various performances of arts from Indonesia and abroad in dance, music, and theatre performances. SIPA which has been held since 2009 becomes a prestigious event in Solo.

Irawati has led SIPA to the advanced level as SIPA getting an award from The Ministry of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia (Kemenparekraf) as the Top 30 Event Calendar of the Wonderful Event in 2019. Moreover, SIPA also won an award from Anugerah Bangga Buatan Indonesia (ABBI) 2020 as the first winner.

Besides being the director of SIPA, she is a well-known traditional dancer in Solo who has demonstrated her skill in various dance performances in Indonesia and overseas.  She is also a multi-talented artist who learned dancing from an early age. She started dancing in Mangkunegaran Palace environment that influences her expertise in Javanese dances. She is the representative of Indonesia for cultural missions to numerous countries, such as Japan, France, England, Malaysia, Germany, Russia, Cambodia, and the Netherlands during 1986 – 2010.

Irawati took her bachelor’s degree in the Faculty of Letters Sebelas Maret University (UNS), Solo as an English Department student. She continued her post-graduate studies in Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Indonesian Institute of Arts of Surakarta.

Irawati has made Indonesia proud in so many ways. Numerous awards have been granted throughout her works. Her works in choreographies are also very well known, such as Oncot Srimpi Topeng Sumunar (1994), Operet Timun Emas (1996), Obong (1997), Beksan Sekar Ratri Srimpen Kendi Sekar Putri (1999), Bedhaya Kakung “Siguse” (2000), dan Sekar Jagad (2002). Aside from her choreographies, she also has performed various dance traditions such as Srimpi Anglir Mendung, Srimpi Moncar, Gambyong, Mondraswara, Mondrokusumo, Mondrorini, and Langendriyan.

Irawati is the founder of Semarak Candrakirana (SCK) Art Center. She leads SCK Art Center since 1998 for her endearment upon art and culture. Her art center has more than 150 students and more than 1,000 graduate students.  SCK Art Center has a lot of achievements, including the performer of the opening ceremony in SIPA since 2009. Furthermore, it becomes the performer of opening ceremonies in many cultural events, including the International Mask Festival (IMF), Festival Dalang Cilik, and Semarak Budaya Indonesia (SBI). It also represents Indonesia in the Andong Mask Dance Festival, Republic of Korea in 2014 and 2015. Conforming this, she always motivates the young generation to learn Indonesian culture by dancing.

Besides the director of SIPA and the leader of SCK Art Center, Irawati also becomes the head of Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA), Mangkunegaran Art Academy, located in Solo City until 2018. 

Irawati concerns to the development of SIPA in an international area. During her leadership, SIPA has signed a Memorandum of Understanding (MoU) with several international organizations, including Andong Festival Tourism Foundation, Republic of Korea; Universiti Teknologi MARA, Malaysia. She does hope that she could reach more international organizations to build good associations and cooperation.

Writers: Anggi & Rani

Editor: Mimi