Rianto Dewandaru – Banyumas

Dewandru Dance Company

Kelompok Tari Dewandaru merupakan kelompok tari yang didirikan oleh Rianto, Seorang seniman tari yang dilatih sejak kecil dalam tradisi tari jawa kuno dan kombinasi dari tehnik tari kontemporer dan juga latihan skala internasional, dan Miray Kawashima, seorang seniman tari Jepang yang bertalenta.  Pada April 2006 dengan mereka bertujuan untuk menyebarkan tari tradisional Jawa untuk menari di Indonesia, menampilkan koreografi tarian baik yang tradisional maupun kontemporer, dan melakukan pertukaran budaya diantara Jepang dan Indonesia. Dengan budaya yang unik, tradisi dan pertunjukan seni dari setiap wilayah.

Tari Jawa adalah tari tradisional lahir dan berkembang di dua kota kerajaan Jawa, yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Bagaimanapun juga, tari Jawa ditampilkan hanya di upacara kerajaan pada saat dahulu kala, maka tak ada kesempatan bagi publik untuk menyaksikannya. Sementara itu, terdapat juga para penari bersemangat dan energik lahir dari festival lokal dan hiburan populer. Kami mengenalkan tari elegan dari Surakarta yang disebut “Lengger” dari bagian Banyumas tempat tinggal Rianto, dan pergerakan dinamik tradisional dari Banyuwangi, Malang (Jawa Timur) dan Sunda (Jawa Barat). Terlebih kami juga fokus kepada spiritualitas dari masyarakat Jawa. Sopan santun, mencintai alam, menikmati waktu adalah hal – hal yang orang Jepang mulai tinggalkan. Kami cemas untuk menunjukannya kepada masyarakat Jawa untuk tidak melakukan hal yang sama.

 

Tari Amaterasu

Tarian harus memiliki identitas tampulan dari sebuah bangsa. Dalam hal ini, saya mempresentasikan sebuah kisah dari leluhur kita yaitu kisah perjalanan mereka melalui tarian. Penciptaan dari ayah dan ibu kita dalam menerima karakter Indonesia setelah merdeka dan juga menunjukannya dalam sebuah peran di dunia.

Gerbang Amaterasu merupakan jalan yang menuntun ke arah pintu budaya Jepang. Cahaya dari Amaterasu selalu menyinari dan menjaga masyarakat Jepang dan menerangi jalan dalam progres. Di Jawa terdapat Nyi Roro Kidul yang memegang ketentuan dunia esoterik dari laut Hindia, yang keberadaannya dirasakan oleh seluruh masyarakat Jawa. Ia juga yang memvalidasi pengangkatan raja-raja Jawa melalui pernikahannya dengan mereka.

 

One Response so far.

  1. herli says:

    ijin comot

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *