Pre Event

Pre Event 3 SIPA 2012

-Go Green for Save Our World Better Future-

“Save Our World Better Future”

Pre event Solo International Performing Arts (SIPA) 2012 yang sebelumnya dilaksanakan di atrium Solo Grand Mall tanggal 21 Juni 2012 dan di Lobby Atrium Solo Paragon Mall tanggal 14 Juli 2012, hari ini (2/9) pre event SIPA 2012 dilaksanakan di panggung Sriwedari dan di sepanjang jalur hijau Jl. Slamet Riyadi Solo. Adapun dalam pre event ini akan dilaksanakan penanaman pohon, penyiraman pohon dan bersih-bersih yang dilakukan oleh panitia SIPA 2012 beserta komunitas- komunitas hijau di Solo dan bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Solo.
Melalui kegiatan menanam pohon, penyiraman pohon dan bersih-bersih tersebut sebuah pesan “Save Our World Better Future” disuarakan ke penjuru dunia. Kegiatan yang merupakan bagian dari penghijauan atau Go Green akan menjadi tema dari acara SIPA 2012 dan sebelum pesan serta semangat menjaga dunia tersebar ke penjuru dunia melalui seni pertunjukan, makan pesan dan semangat itu disebarkan terlebih dahulu di kota Solo melalui kegiatan penghijauan. Selain kegiatan penghijauan dalam pre event SIPA 2012 ini, akan ada penampilan dari Semarak Candrakirana Arts Center, pantomin, sosialisasi bahasa isyarat, serta music yang akan dilaksanakan di panggung sriwedari.
Pre event SIPA 2012 ini merupakan acara pengantar SIPA 2012 menuju event bertaraf international yang akan segera terselenggara di Pamedan Mangkunegaran pada 28-30 September 2012. SIPA 2012 yang diketuai oleh Irawati Kusumorasri ini merupakan event yang keempat kalinya yang dilaksanakan di kota Solo sejak tahun 2009. Pada kali ini akan hadir The Heliosphere dari British Council Inggris, Eisa Dance dari Okinawa Jepang, Ully Sigar Rusadi dari Jakarta, Sudjiwo Tedjo dari Jakarta, Korea, Carel Kraayenhof dari Belanda, Duta Seni Krakatau Steel dari Banten, Paguyuban Seni Warisan Budaya dari Bangka Belitung, Guizhi Theater dari Taiwan, Independen Expression dari Solo, Lutgardo Luza Labad dari Philipina, Hohgakubu Tohoku dari Jepang, Mugi Dance dari Solo, Bantus Capoeira dari Brazilia, Teater Tetas dari Jakarta, dan Suvarnabhumi dari Yogyakarta.

Pre Event 2 SIPA 2012 

-Menjaga  Kelestarian Budaya- 

“Save Our World Better Future”

Pre event Solo Internasional Performing Arts (SIPA) 2012 dilaksanakan untuk keduakalinya, Sabtu (14/7), di Lobby Atrium Solo Paragon Mall. Acara yang dimulai pukul 19.00-21.00 WIB ini merupakan rangkaian acara menuju SIPA 2012 yang akan dilaksanakan pada 28-30 September 2012 di Pamedan Mangkunegaran. Pamedan pura Mankunegaran sendiri merupakan lokasi heritage yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Selain lokasi, mascot yang dipilih pun merupakan pelaku seni yang mengutamakan nilai-nilai kebudayaan. GKR Timoer Rumbai Kusumadewayani dipilih sebagai mascot SIPA 2012, karena kemahirannya dalam menarikan berbagai macam tarian tradisional dan memiliki kegemaran menjelajah alam untuk menunjukan kecintaannya pada lingkungan hidup, yang sesuai dengan tema SIPA 2012 “Save Our World Better Future”.

Menjaga bumi untuk masa depan yang lebih baik tidak hanya untuk penghijauan bumi atau yang dikenal dengan istilah ‘go green’, tapi disini juga berarti menjaga kelestarian budaya yang dimiliki manusia. Oleh karena itu pra event SIPA 2012 kali ini menyampaikan pesan dan semangat untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki, khususnya budaya tradisional. Melalui penampilan tari tradsional dari SMP 1 Surakarta, SMP 2 Klaten, dan Semarak Candrakirana Art Center, para penonton kembali mengenali budaya tradisional dan dapat memahami makna tariannya.

Semarak Candrakirana Art Center membawakan tari burung dan tari merak. Tari burung menggambarkan sekelompok burung yang bermain dan bergembira dan menunjukan kemandirian seekor burung. Selain itu melalui tari merak keindahan burung merak ditampilkan dengan selendang dan mahkota berbentuk kepala burung merak. Selain itu, siswa SMP 2 Klaten membawakan tari gambyong pareanom dan SMP 1 Surakarta membawakan tari golek tirto kencono. Kedua tarian itu menunjukan remaja-remaja putri yang senang berias atau bersolek. Dan adapun tari sufi yang dibawakan oleh The Whirling Dance Perform.

Selain tarian, YPAC Surakarta akan membawakan music perkusi. Sebuah grup bernama YPAC Music Percussion berawal dari sebuah kegiatan bernama music terapi. Di dalam kelompok music ini, peralatan music yang digunakan ada beberapa yang menggunakan tempat sampah yang berfungsi menjadi jimbe dan ketongan ronda menjadi kastayet. YPAC Music Percussion akan membawakan lagu Tirtonadi dan Tanjung Perak.

SIPA 2012 merupakan event bertaraf internasional yang menampilkan seni pertunjukan berupa tari, teater, dan music dari dalam dan luar negeri. Saat ini sudah ada Batus Capooera dari Brasil, Okinawa dan Hohagku Club dari Jepang, Helliosphere dari British Council, dan Yalan Liin dari Taiwan yang akan menjadi delegasi luar negeri. Sedangkan delegasi dalam negeri adalah Sudjiwo Tedjo dari Jakarta, Mugiyono Kasido dari Solo, Paguyuban Seni Warisan Budaya dari Bangka Belitung, Teater Tetas dari Jakarta, Datu Seni Krakatau Steel dari Banten, Gardika Gigih Pradipta dari Jogja, dan independen expression dari Solo.

Pre Event 1 SIPA 2012

-Menyebarkan Pesan dan Semangat-

“Save Our World Better Future”

Seni pertunjukan yang menyangkut seni tari, teater, dan musik bersama-sama memeriahkan acara Pra-event Solo International Performing Arts (SIPA) 2012 di atrium Solo Grand Mall, hari ini (21/6). Peserta yang merupakan komunitas pencinta seni atau seniman dari Semarak Candra Kirana (SCK) Art Center, SMAN 1 Surakarta, SMAN 2 Surakarta, Unit Pengembangan Kesenian Daerah (UPKD) dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Teater Lugu dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Bhahana Dwipa Ensembel dari Institut Seni Indonesia Surakarta yang membawakan kesenian tradisional dan modern.

Acara ini merupakan pra-event pertama yang diselenggarakan sebelum mencapai event besar bertaraf internasional, SIPA 2012, pada 28-30 September 2012 di Pamedan Mangkunegaran Solo. Event yang bertema “Save Our World Better Future” ini membawa pesan dan semangat menjaga bumi dalam seni pertunjukan yang disajikan.

Melalui sebuah tarian bernama Tari Bondhan Tani yang dibawakan SCK digambarkan seorang ibu yang menjaga anaknya dengan hati-hati. Kemudian seorang anak yang tumbuh menjadi remaja yang penuh keceriaan dan kegembiraan ditampilkan melalui tari Roro Ngingel yang dibawakan UPKD dan dikoreografikan oleh Ida Wibowo, gadis remaja dengan gerak yang lincah gemulai diibaratkan seperti bunga yang sedang mekar dan begitu menarik perhatian. Kelincahan dan keanggunan kupu-kupu juga disajikan dalam tarian, serta keelokan burung merak dalam tari merak yang dipertontonkan penari SCK, mengingatkan kita bahwa di bumi ini selain manusia terdapat flora dan fauna yang patut dijaga keindahannya. Manusia semestinya tidak tamak dan merusak keseimbangan alam, dan untuk menyadarkan hal ini Teater Lugu membawakannya dalam bentuk pantomin berjudul “Bukan Mainan”.

Sebuah semangat menjaga bumi dalam tema “Save Our World Better Future” juga perlu dan disampaikan melalu cara yang diterima semua kalangan. Oleh karena itu pelajar dari SMAN 2 Surakarta yang tergabung dalam kelompok hip hop dance bernama Gold Star begitu menarik perhatian penonton dengan semangat dalam kelincahan geraknya, meraka pun membawakan lagu tradisional dan modern dalam music jazz . Adapun penampilan dari SMAN 1 Surakata dalam Tari Gambyong Pareanom yang tariannya terlihat indah, elok, dan selaras dengan irama kendang. Sedangkan Bhahana Dwipa Ensembel melalui perkusi yang ditampilkan yaitu Meganjuran sebuah peperangan dalam batin seseorang dalam proses pencarian jati diri dinarasikan melalui music. Bhahana Dwipa Ensembel juga membawakan Lir-Lir yang berhasil membangkitkan semangat yang telah hampir padam dan diekspresikannya melalui alunan perkusi dan gamlenan gong kebyar yang acak. Melalui keseluruhan rangkaian acara yang diketuai Irawati Kusumorasri ini maka pesan dan semangat “Save Our World Better Future” telah tersampaikan dan akan terus disampaikan pada event selanjutnya.

Doa Ibu untuk Hari Kartini

PERINGATAN Hari Kartini tidak akan bisa dipisahkan dari sosok perempuan. Ketika menyebut Hari Kartini yang terbayang adalah membaca tentang perempuan. Tentu emansipasi menjadi spirit utamanya sebagaimana semangat yang disuarakan oleh sosok Kartini sekian tahun lampau yang kemudian terus dipertahankan hingga sekarang.

Sementara saat membaca perempuan, ada sosok menarik yang memiliki perjuangan luar biasa dalam kehidupan manusia. Sosok ini dikenal sebagai pejuang keluarga, pendidik pertama bagi siapa pun yang akan menjadi generasi selanjutnya. Kasihnya dikenal akan terkandung sepanjang hayat bagi anak-anak. Dialah ibu.

Setiap saat, ibu akan senantiasa memberikan doa kepada anak-anaknya. Doa itu antara lain terungkap lewat nyanyian pengantar tidur (lullaby). Masyarakat kemudian mengenalnya sebagai lagu nina bobok. Lagu nina bobok mungkin akan dipandang sekadar nyanyian pengantar tidur. Padahal sesungguhnya tidak, ketika di dalam nyanyian itu sarat dengan doa. Jadi, alangkah ritusnya nyanyian yang penuh dengan doa pengharapan itu.

Dalam ilmu kebudayaan, lagu nina bobok termasuk dalam wilayah nyanyian rakyat (folksongs). Sementara nyanyian rakyat menjadi bagian folklor yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Nyaris seluruh kelompok atau pun komunitas masyarakat mengenal lagu nina bobok. Masyarakat Jawa mengenal lagu tak lelo-lelo ledung, masyarakat Sunda mengenal ayun ambing atau nelenglengkung, dan tentu masih lagu-lagu lain yang sekaligus juga mengungkap keragaman etnis masyarakat Nusantara.

Maka alangkah menariknya jika keragaman lagu pengantar tidur anak itu kemudian disandingkan dalam spirit perlombaan. Di sana akan banyak terungkap pula doa ibu untuk para generasi mendatang.

I.                    NAMA KEGIATAN

Lomba Menyanyi Lagu Daerah Pengantar Tidur  – se Jawa

Memaknai Hari Kartini dengan Pewarisan Budaya

II.                  POKOK PIKIRAN

Memaknai Hari Kartini melalui sosok ibu. Ibu sebagai pejuang keluarga, ibu yang juga senantiasa menyuarakan doa untuk anak-anaknya melalui lagu pengantar tidurnya.

III.                DASAR PEMIKIRAN

Lagu nina bobok sebagai bagian dari folksongs ternyata juga mengungkap keragaman masyakat etnis di Nusantara. Nyaris setiap etnis memiliki lagu pengantar tidur yang berbeda antara satu dengan yang lain. Menariknya perbedaan itu kemudian memunculkan benang merah tentang substasi syairnya yang sama, yakni berisi tentang doa dan pengharapan kepada anak.

Inilah yang akan dipersatukan dalam sebuah semangat yang sama, semangat lomba lagu nina bobok. Lagu pengantar tidur yang selain mengungkap etnisitas kebudayaan masyarakat juga mengandung ritus tentang doa dan pengharapan ibu kepada generasinya.

IV.               TUJUAN

Menggali nilai-nilai kearifan lokal dari lagu nina bobok. Harapannya kemudian dari sana akan ada semacam pewarisan budaya kepada generasi muda. Sebab akan ada banyak nilai-nilai masyarakat etnis yang juga akan ikut terungkapkan.

V.                 TARGET

Menjalin kekuatan masyarakat etnis melalui lagu-lagu pengantar tidurnya. Sebagai langkah awal, dimulai dari masyarakat di Pulau Jawa. Namun ke depan tidak akan menutup kemungkinan akan merambah hingga masyarakat se Nusantara.

VI.               AUDIENCE

Masyarakat pecinta lagu-lagu nina bobok. Mereka bisa datang dari mana saja dan dari kalangan apa pun. Peserta Lomba adalah perempuan usia 17 tahun hingga 30 tahun.

VII.             PENYELENGGARA KEGIATAN

Para  kawula muda yang tergabung di dalam komunitas :

  • SIPA Community ( Solo International Performing Arts Community)
  • Semarak Candrakirana Art Center

VIII.           WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Hari/ tanggal        : Sabtu, 21 April 2012

Jam                        : 15.00 – 22.00 WIB

Tempat                  : Kawasan Taman Balekambang, Solo

(Taman Heritage Istana Mangkunegaran)

IX.                BENTUK KEGIATAN

Lomba akan diselenggarakan dengan peserta menyajikan lagu pengantar tidur. Peserta bisa menyajikan dengan kreatifitas yang berbeda-beda tanpa ada batasan khusus. Termasuk bisa dibawakan dengan dukungan olah gerak atau pun tata panggung.

X.                  PUBLIKASI

Media cetak, media elekronik termasuk internet

XI.            PENUTUP

Acara ini dapat terselenggara oleh berkat Tuhan Yang Maha Esa dan dukungan berbagai pihak, pemerintah Kota Surakarta UPTD Kawasan Balekambang, sponsor, donatur dan masyarakat Solo. Kami selaku panitia penyelenggara event ini berharap semoga acara dapat terselenggara dengan baik  dan bisa menjadi acara yang dapat memberikan kontribusi positif kepada kota Solo. Kami membuka diri untuk menerima masukan yang bersifat membangun demi kelancaran penyelenggaraan acara ini.

Demikian proposal ini kami ajukan, sebagai bahan pertimbangan kerjasama yang akan dilaksanakan. Atas kesempatan dan perhatiannya perkenankan kami menghaturkan terima kasih.