SIPA 2009

Solo International Performing Art (SIPA) 2009 hadir untuk menjadikan performing art sebagai alat pemersatu semangat kebersamaan. Beragam sajian pertunjukan yang dilaksanakan pada tanggal 7-10 Agustus 2009 di Pamedan Mangkunegaran Solo ini diharapkan bisa menjadi jembatan bertemunya berbagai ragam dan jenis pertunjukan seni etnik (tradisi), modern atau pun kontemporer.

Sebagai salah satu bagian dari kehidupan budaya (intangible), SIPA 2009 juga dijadikan sebagai sarana untuk Menjalin kekuatan-kekuatan komunitas dan masyarakat seni pertunjukan di Kota Budaya dengan daerah lain untuk kemudian melakukan relasi dengan masyarakat dari mancanegara.

Selain itu, hadirnya delegasi-delegasi yang tampil di SIPA 2009, semakin menumbuh kembangkan kesatuan semangat bersama baik untuk seniman atau pun masyarakat,  memberikan pendidikan kepada masyarakat luas akan kekuatan dunia seni pertunjukan sekaligus berharap munculnya multi efek dari kegiatan tersebut. Baik itu sosial, ekonomi atau pun politik terkait dengan ketahanan budaya.

Pamedan Pura Mangkunegaran sebagai tempat berlangsungnya SIPA 2009memiliki nilai heritage yang tinggi, hal ini seiring dengan sejarah perkembangan kadipaten Mangkunegaran yang didirikan oleh Pangeran Sambernyawa pada bulan Maret 1757. Di luar itu letaknya juga strategis karena berada di tengah kota.

Selain itu mengingat Pura Mangkunegaran sebagai salah satu tempat bersejarah maka diharapkan dapat sekaligus mempromosikan Pura Mangkunegaran kepada dunia. Tentu saja melalui partisipasi para delegasi yang menjadi peserta di SIPA 2009.

Peserta selain dari komunitas seniman lokal juga akan melibatkan senimam-seniman dari dalam dan luar negeri. Mereka yang terlibat sudah melalui proses seleksi yang ketat, sehingga telah memenuhi kriteria. Adapun peserta yang  terlibat adalah sebagai berikut:

  1. Eko Supriyanto, Solo Dance Studio menampilkan seni tari.
  2. Korean Choir Performance menampilkan paduan suara.
  3. Otto Sidharta, Jakarta menampilkan seni musik.
  4. Slamet Gundono, solo menampilkan wayang suket.
  5. Chinese Opera Institute, Singapura menampilkan opera China.
  6. Luo Chao-yun’s Music Company, Taiwan menampilkan seni musik.
  7. Chinese Opera Institute, Singapura menampilkan opera China.
  8. Denmark menampilkan seni musik.
  9. Philipina menampilkan seni tari dan musik.
  10. Atas Bumi Bawah Langit (ABBAL), Muntilan menampilkan seni tari.
  11. Sahita, Solo menampilkan seni tari.
  12. Memet Chairul Slamet, Yogyakarta menampilkan seni musik kontemporer
  13. Philipina menampilkan seni tari dan musik.
  14. Martion, Sumatera Barat menampilkan seni tari.
  15. The Gadhon Mataraman, Yogyakarta menampilkan seni musik.
  16. Seni Sumedang, Jawa Barat menampilkan seni musik dan tari.
  17. Kito Siopo, Jepang menampilkan seni musik kontemporer.
  18. Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA), Solo menampilkan seni tari.
  19. Lixse Aguilar, Venezuela menampilkan seni tari.
  20. Sendratasik Unesa, Surabaya menampilkan seni tari.
  21. Malire, Bandung menampilkan seni musik kontemporer.
  22. Etno Ensamble, Solo menampilkan seni musik kontemporer.