SIPA 2010

Kalau ada pertanyaan dari mana peradaban sebuah kota bisa terus hidup dan tumbuh? Jawabannya sangat mungkin bisa dimulai dari kebudayaan masyarakatnya. Kalau ada pertanyaan, dari mana kebudayaan itu bisa ditandai? Salah satu yang sederhana ada pada kehidupan kesenian masyarakatnya.

Solo adalah Kota Budaya, maka Solo pasti juga memiliki kekuatan kehidupan kesenian yang hidup dan tumbuh dengan baik di masyarakatnya. Tapi bagaimana kemudian kekuatan itu bisa menjadi energi bagi tumbuh dan berkembangnyakotaSolo? Inilah di antaranya semangat dari Solo International Performing Art (SIPA) 2010.

SIPA hadir dari sebuah pemikiran untuk menggali potensi seni pertunjukan sebagai bagian dari kehidupan budaya. SIPA ada karena keinginan untuk terus mendewasakan kehidupankota. Dan SIPA lahir karena berangkat dari semangat masyarakat. Dari dan milik masyarakat Solo.

Solo International Performing Arts (SIPA) yang diselenggarakan di Pamedan Istana Mangkunegaran Solo pada tanggal 16-18 Juli 2010 mengambil tema kesenian rakyat, dimana jenis kesenian ini memiliki keunikan yang layak untuk diangkat sekaligus sebagai tema pergelaran berskala international.

Tak sekedar bicara persoalan estetika semata. Tetap juga berbicara tentang kehidupan alam dan masyarakat pendukungnya, lalu kearifan lokal pun sarat terkandung di dalamnya. Dalam pertunjukan SIPA 2010 delegasi yang akan tampil diantaranya :

  1. Wargo Budhoyo –  Magelang, Jawa Tengah
  2. Markt Allhau –  Austria
  3. Warisan Budaya Seni Melayu –  Bangka Belitung
  4. Seni Sumedang –  Sumedang, Jawa Barat
  5. Universitas Malaysia Sabah –  Malaysia
  6. ISI Dendasar –  Bali
  7. Sanggar Fitria dan Padepokan Kalang Kamuning –  Bandung, Jawa Barat
  8. Teater Lungit –  Solo, Jawa Tengah
  9. Oxana Chi –  Jerman
  10. Jiyu Luay –  Kutai, Kalimantan
  11. Timor Leste –  Timor Leste
  12. Danil Millan Cabrera –  Mexico
  13. Malang Dance –  Malang, Jawa Timur
  14. Ngurah Sudibya –  Bali
  15. Darma Giri Budaya –  Wonogiri, Jawa Tengah
  16. Lambangsari –  Jepang
  17. Teater Payung Hitam –  Bandung, Jawa Barat
  18. Universitas Negeri Medan –  Medan, Sumatra Utara
  19. Tari Tradisional –  India
  20. Pring Sedhapur –  Banyumas, Jawa Tengah
  21. Gangsadewa –  Yogyakarta