SIPA 2011

Solo  International Performing Art (SIPA) tak akan pernah berhenti untuk selalu memberikan energi bagi kehidupan budaya di Kota Solo. Di setiap pergelarannya, tentu dengan seni pertunjukan sebagai sumber energinya, selalu ada semangat untuk menggali dan terus menggali agar pergelaran bisa semakin baik dan akan terus semakin baik.

Ketika SIPA 2011 mengusung topeng sebagai tema pergelarannya, itu sesungguhnya juga menjadi bagian dari semangat tersebut. Betapa pemilihan tema itu sesungguhnya juga menjadi bagian dari proses penggalian dari energi seni pertunjukan. Bukan tanpa sebab dan datang begitu saja. Justru sebaliknya ada proses pemikiran berulang-ulang yang akhirnya menemukan sebuah jawaban tentang kepantasan dan kelayakan.

Dalam wilayah kebudayaan, ketika menyebut topeng tentu tak hanya akan berhenti pada wajah yang artifisial. Namun di luar itu, sesungguhnya topeng juga banyak mengandung berbagai hal menarik dari kehidupan masyarakat pendukungnya. Tentang wilayah, adat dan tradisi, serta kehidupan masyarakat lain yang masih banyak tersimpan di sebalik karakteristik topeng. Inilah yang akan coba digali sebagai semangat dari SIPA 2011.

Akhirnya, jika panggung SIPA 2011 akan dihiasi banyak topeng dari berbagai masyarakat etnis baik dari dalam maupun luar negeri, pandanglah itu sebagai daya energi seni pertunjukan yang sedang dikumpulkan kekuatannya. Lalu di Pamedan Pura Mangkunegaran, selama tiga malam penyelenggaraannya (1-3 Juli 2011), kekuatan itu akan digunakan untuk semakin menghidupkan Solo sebagai Kota Budaya.


Adapun delegasi yag akan tampil di SIPA 2011 diantaranya :

  1. Hahoe Pyolshin-Gut T’al-nori – Korea
  2. Didik Nini Thowok – Yogyakarta
  3. Sanggar Seni Al- Ashri – Makasar
  4. Janis Brenner  – USA
  5. Kelompok Satu Sanggar Sape’- Pontianak
  6. Daya Presta – Jakarta
  7. Ronnarong Khampha – Thailan
  8. Teater Aron – Medan
  9. Jawaharlal Nehru Indian Culture Center –  India
  10. I Nyoman Sura- Bali
  11. Saung Udjo – Bandung
  12. Universiti Malaysia Sabah – Malaysia
  13. Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon
  14. Leineroebana – Belanda
  15. Los Peyoteros
  16. Sruti Respati – Solo
  17. Penyayi lead Nadina