SIPA 2016

sipa2

Maha Karya Seni Pertunjukan

Pergelaran maha karya seni pertunjukan hadir dalam Solo International Performing Art (SIPA) 2016. Menampilkan beragam seni pertunjukan dari berbagai belahan dunia, selama tiga malam pada bulan September 2016. Pergelaran dengan menghadirkan panggung yang megah, mewah dan spektakuler di Benteng Vastenburg Kota Solo.

Tahun 2016 merupakan penyelenggarakan SIPA kali ke-8. Pergelaran pada tahun-tahun sebelumnya, 2009-2015, selalu sukses penyelenggaraannya. Setiap malam, dari tiga malam penyelenggaraannya, selalu dihadiri tak kurang 10.000 penonton. Bayangkan tentang kemeriahan suasana yang tercipta kemudian.

Pertunjukan yang digelar di panggung SIPA memang selalu istimewa. Melibatkan seniman lintas benua, Asia, Australia, Eropa, Afrika dan Amerika. Setiap sajian selalu kolosal, dengan memanfaatkan panggung spektakuler; panjang 20 meter dan lebar 16 meter dengan gapura Benteng Vastenburg sebagai latarnya.

Jangan lupakan pula dengan upacara pembukaan dan upacara penutupan yang juga megah dan mewah. Diwarnai dengan koreografi yang indah, kembang api yang hingar-bingar, dan melibatkan pula ribuan penonton yang hadir. Lalu membuat suasana malam di Benteng Vastenburg terasa begitu megah, mewah dan mempesona.

Itulah kemegahan, kemewahan dan juga spektakulernya pergelaran SIPA.

Maka segeralah bergabung untuk menjadi bagian dari kemegahan dan kemewahan SIPA 2016. Sebuah pergelaran seni pertunjukan berskala internasional yang megah dan spektakuler.

Maha Swara
(Tema SIPA 2016)

Tahun 2016 ini SIPA hadir dengan tema Maha Swara. Tema tersebut sengaja diusung sebagai pesan kemanusiaan yang akan ditebarkan dalam panggung SIPA 2016. Tentu melalui keindahan seni pertunjukan yang akan menghadirkan beragam budaya bangsa dari berbagai penjuru dunia.

Dunia membutuhkan swara atau suara. Apalagi jika itu menyangkut dengan suara kemanusiaan; seperti tentang suara perdamaian, pelestarian alam, persahabatan dan suara-suara kemanusiaan yang lain. Dari sanalah sesungguhnya harmonisasi kehidupan itu akan terus terjaga.

Dalam panggung SIPA 2016, spirit Maha Swara akan diungkapkan melalui seni pertunjukan khususnya yang berbasis suara. Tentu yang paling dekat adalah seni pertunjukan yang lebih mengedepankan pada perangkat musik. Meski di luar itu tidak menutup kemungkinan akan hadirnya suara-suara lain di luar suara alat musik.

Maka bayangkan bagaimana kemegahan dan keindahan Maha Swara itu ketika sudah menyatu dalam panggung SIPA. Jangan lupakan dengan puluhan ribu penonton yang akan turut memberi atmosfir berbeda dalam pergelarannya. Di sana, SIPA dengan Maha Swara-nya akan menggelorakan banyak suara kemanusiaan untuk dunia.

Dasar Pemikiran
Solo International Performing Art (SIPA) sebagai bagian dari kehidupan budaya sengaja dihadirkan untuk memberikan edukasi sekaligus meningkatkan apresiasi bagi masyarakat luas akan kekuatan dunia seni pertunjukan. Dasar pemikiran dari pergelaran ini adalah:
1. Mengelola ide, gagasan dan konsep tentang daya cipta, kreasi, dan inovasi dalam seni pertunjukan.
2. Menghadirkan sebuah pergelaran seni pertunjukan berskala internasional dengan delegasi dari luar negeri dan dalam negeri yang megah dan spektakuler. Selanjutnya, pertunjukan tersebut untuk apresiasi kepada masyarakat tentang pentingnya kehidupan seni sebagai bagian dari kehidupan budaya.
3. Menjadikan seni pertunjukan sebagai sarana untuk menjalin hubungan kebudayaan antar bangsa. Sehingga akan tercipta hubungan yang harmonis karena dipersatukan dalam semangat yang sama yakni semangat SIPA.

Tujuan

Dengan adanya pergelaran Solo International Performing Art (SIPA), maka muncul kehidupan baru dari seni pertunjukan. Selanjutnya seni pertunjukan ini harus bisa menjadi wahana untuk edukasi tentang apresiasi seni bagi masyarakat. Sebab apresiasi itu menjadi sangat perlu mengingat pentingnya kehidupan seni sebagai bagian dari kehidupan budaya yang menjadi karakter bangsa.

Pergelaran

Solo International Performing Art (SIPA) diselenggarakan setiap bulan September. Penyelenggaraan dilakukan setiap malam selama tiga malam berturut-turut. Dengan panggung megah sepanjang lebih dari 20 meter dengan, pergelarannya akan menjadi seni yang terasa begitu hidup.

Lokasi

Benteng Vastenburg, memiliki nilai heritage yang tinggi. Letaknya strategis di tengah kota. Keberadaan benteng tersebut dirasa sangat representatif sebagai lokasi penyelenggaraan SIPA 2015. Sekaligus untuk memperkenalkan bangunan bersejarah.

Penonton SIPA

Setiap malam dari 3 malam penyelenggaraan SIPA selalu disaksikan minimal 10.000 penonton. Mereka adalah para wisatawan dari dalam dan luar negeri yang membaur bersama dengan masyarakat. Sebuah kebersamaan yang indah.


4 Responses so far.

  1. Vivek Vijayakumaran says:

    HI

    I am Vivek Vijayakumaran , A theatre performer from Bangalore, India .

    Could you tell me how one could apply to participate in the SOLO festival as a performer?

    Hope to hear from you

  2. Indah Mahardika says:

    Mohon info untuk agenda acara SIPA dari tgl.8-10 Sept’16. Terima kasih.

  3. Ananda Dzikmah says:

    I am appreciate and feels so excited with this event. I am a student of Polytechnic of tourism. I hope you could inform to me who has being participant or sponsorship in this event. Just for our task in university. that is making database of sponsorship in an event. just it.
    Thank you

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *