2015

11

FAJAR SATRIADI

Maskot SIPA 2015

“Live in The Contemporary World “

maskot-sipa-300

Fajar Satriadi seorang seniman Surakarta dipilih menjadi Maskot SIPA 2015 karena memiliki banyak pengalaman di bidang seni pertunjukan. Dia merupakan lulusan Institut Seni Indonesia Surakarta Program Studi S2. Beliau memulai kariernya dibidang seni tari pada tahun 1990 di Taman Budaya Jawa Tengah, dengan koreografer S. Pamardi “On and On”.

Pada tahun 2014 Fajar Satriadi merupakan “Main Player” Matah Ati di Pamedan Mangkunegaran. Dalam pagelaran Matah Ati 2014 lalu Fajar Setriadi memerankan tokoh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa, pendiri Praja Mangkunegaran yang fenomenal, ini merupakan salah satu alasan dipilihnya Beliau sebagai Maskot SIPA 2015 karena eksistensi dan keahliannya di bidang tari dari tahun 1990 sampai dengan saat ini.

Dalam SIPA 2015 kali ini, Fajar Satriadi menampilkan sebuah karya seni tari yang beberapa waktu lalu sudah beliau pentaskan di Negara Sakura, Jepang. Tarian ini sukses dipentaskan dan mendapat apresiasi yang baik. Sehingga atas apresiasi yang beliau raih dalam pementasan di Jepang beberapa waktu lalu beliau memilih tarian ini untuk dijadikan sebuah persembahan seni dalam SIPA 2015.

Synopsis karya :

SuaraAngin

Karya ini terjadi karena terinspirasi oleh suara angin yang meraung, meratap, berteriak, bernyanyi, menghembuskan suara raksasa yang sedang mendengkur dengan isiannya nyian cinta di hutan cemara sumba Indonesia bagian timur. Pengalaman melihat dan merasakan angin yang membelai hutan cemara serta mengajaknya menari bersama begitu kuat hadir di dalam benak. Hal tersebut masih terasa saat kembali kepulau Jawa Indonesia bagian tengah. Hal ini meyakinkan saya untuk mengaplikasikan dalam sebuah karya tari dengan konsep dasar gagasan adalah “angin”.

Angin memberikan hidup dan kehidupan tanpa  batas dan tanpa meminta imbalan. Udara adalah angin yang bergerak.

Nafas menghantar kita masuk pada ruang ke tubuhan yang terdalam mengajak memahami  makna akan hidup dan kehidupan serta pemberi hidup Gusti Ingkang Maha Agung.

Nafas adalah pintu kesadaran bertemunya jagad besar dan jagad kecil.

Suara dan gerak sebuah refleksi pelepasan.


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *